DaerahSosial

IDA Camp, Rempug Cianjur Bangkit Deklarasikan Aksi Nyata

FAJARNUSANTARA.COM,- Ratusan peserta kemah Adaptasi Bencana (Ida Camp) sekaligus deklasrasi aksi nyata digelar di Ponpes Al-Kautsar Cipaku Kabupaten Cianjur Rabu s.d Jum’at (25-27/1/23).

Kegiatan diisi dengan pembekalan Adaptasi Bencana bagi para calon relawan yang terdiri dari Asatidz, Santri, Mahasiswa dan pelajar se-Kabupaten Cianjur.Sabtu 28 Januari 2023.

Sementara menurut Ketua Tim Gabungan IDA Dr.Ahmad Nuhadi mengatakan, Alhamdulillah, di hari ke-2 ini, para peserta tampak sangat bahagia karena diberikan materi-materi oleh para Relawan Senior dari Pos Gabungan (POSGAB) Siaga Bencana Jawa Barat.

“Materi yang disuguhkan dikemas sangat menarik, tanpa menghilangkan esensi yang diperlukan sebagai bekal para relawan dalam menyongsong Adaptasi Bencana Indonesia.” Tutur dr. Ahmad Nurhadi, Ketua Tim Gabungan IDA, yang juga merupakan Dokter Kesehatan di Klinik Polda Jawa Barat.

Pria yang akrab dipanggil dr. Ahmed ini menegaskan, bahwa para pemangku kepentingan, sejak semula telah mendukung penyelenggaraan acara ini.

“Di hari pertama, minimal 2 Menteri telah memberikan ucapan selamat dan menjanjikan kerjasama program dengan IDA, yang berkaitan dengan upaya pemulihan Cianjur,” katanya.

Dikatakannya, Gubernur juga membuka kerjasama dengan IDA melalui Pak PLH Kalak BPBD, yang menyatakan siap bersinergi untuk Adaptasi Bencana di Jawa Barat. Hari ini, kami dikunjugi pejabat dari Balatkop Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, yang menjanjikan pelatihan gratis untuk pemulihan ekonomi para penyintas gempa di Kab. Cianjur.

Pihaknya juga, kedatangan utusan Bupati, yang menyatakan dukungan untuk menduplikasi kegiatan IDA Camp ini, di pesantren-pesantren lain se-Kabupaten Cianjur.

Sementara itu, Deklarator sekaligus tuan rumah REMPUG Cianjur Bangkit, K.H. Fawaid Abdul Kuddus, menyatakan, bahwa IDA Camp #2 ini, insya Allah akan melahirkan aksi nyata melalui tiga rencana tindak lanjut yang telah dideklarasikan oleh para peserta.

Kendati demikian, tiga hal tersebut adalah Aksi, Sosialisasi dan juga Advokasi, tiga hal itu kemudian diterjemahkan oleh masing-masing klaster yang telah dipilih peserta, dan dituangkan sebagai program yang akan dimonitor dan dievaluasi secara kontinyu, oleh para Kiai dan Para pembina relawan yang membimbing.

“REMPUG berarti Relawan Masyarakat Peduli Gempa, Istilah ini muncul dari kepedulian para penyintas, yang ingin tumbuh lebih jauh dan melampaui lagi, sehingga bertransformasi menjadi calon relawan. 2000 lebih calon peserta dari ratusan pesantren dan Desa di seluruh Jawa Barat sudah mendaftar gerakan kami,

“Namun di IDA Camp kali ini, kami filter dulu di angka 100 peserta yang semoga bisa menjadikan gerakan ini seperti bola salju yang tidak terbendung. Insya Allah, dengan tekad para relawan, doa para Kiai dan Alim Ulama,” tandasnya.

Selain itu lanjut Fawa sapaan akrab sehari-harinya mengatakan, dukungan Pemerintah dan para pengusaha, arahan para ilmuwan dan akademisi, serta pengawalan dari kawan-kawan media dan komunitas, Indonesia yang adaptif, akan kembali terlahir tidak lama lagi.

Pada hari tersebut, Fawa dan dr. Ahmed juga bertemu dan mengajak bersinergi dengan lintas komunitas dan berbagai pihak.

“Hari ini kami bertemu dengan Human Initiative yang siap bersinergi dalam membangun 4800 HUNTARA di Kab. Cianjur, Kelompok Teknokrat yang siap mensuplai teknologi pendeteksi bencana dini, jejaring Kementrian Sosial yang siap menjadi pendukung program sosial kebencanaan, serta beragam pihak yang siap bergabung dengan gerakan REMPUG dan Indonesia Disaster Adaptive (IDA).” Pungkas Fawa.(sh)***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button