DaerahHukumKomunitasNasionalPendidikan

Hutan Hijau, Remaja Berkilau: Menanam Harapan, Menjaga Kehidupan

FAJARNUSANTARA.COM— Suara dedaunan, aroma tanah basah, dan cahaya mentari yang menembus kanopi hutan menjadi ruang belajar baru bagi puluhan remaja Bandung. Mereka tergabung dalam program Youth Forest Guardians: Hutan Hijau, Remaja Berkilau, sebuah inisiatif yang menggabungkan edukasi, konservasi, dan pengembangan karakter untuk melahirkan generasi penjaga hutan masa depan.

Program ini digelar oleh Forum Bumi, kolaborasi antara Yayasan Kehati dan National Geographic Indonesia, dengan lokasi kegiatan di kawasan hutan konservasi dataran tinggi sekitar Bandung. Kegiatan berlangsung sepanjang pertengahan tahun 2025, melibatkan siswa-siswi SMA dari berbagai sekolah di Bandung Raya.

“Program ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga menanam nilai. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga hutan adalah bagian dari menjaga kehidupan,” kata Intan Puji Astuti, MPKA Rimbawan dari Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (UNWIM), saat ditemui di sela kegiatan lapangan.

Baca Juga :  Satpol PP Sumedang Segel Indomaret Tak Berizin di Pamulihan

Menurut Intan, hutan bukan sekadar bentang alam hijau, melainkan sistem kehidupan kompleks yang menopang iklim, keanekaragaman hayati, hingga keseimbangan sosial.

Sayangnya, tambahnya, laju deforestasi di Indonesia masih tinggi dan semakin mengancam keberlanjutan ekosistem.

“Dalam diamnya, hutan tengah menjerit. Kita tidak bisa lagi menunda aksi,” ujar Intan. Senin 23 Juni 2025.

Melalui pendekatan tematik dan partisipatif, para peserta mendapatkan materi tentang konservasi, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

Mereka juga turun langsung ke lapangan untuk menanam pohon, memetakan flora-fauna, membuat dokumentasi lingkungan, hingga melakukan simulasi kebijakan lingkungan.

Baca Juga :  Satpol PP Sumedang Sita Ratusan Botol Miras di Empat Kecamatan

Lebih dari itu, remaja ditantang membuat proyek mini di sekolah dan komunitasnya, seperti kebun vertikal, kampanye digital

“Hutan Itu Aku”, atau gerakan bebas plastik. Tujuannya, agar semangat konservasi tidak berhenti di hutan, tapi menjalar ke ruang-ruang kehidupan sehari-hari.

“Bukan cuma edukasi satu arah, kami juga fasilitasi diskusi reflektif dan journal sharing. Ini penting agar peserta bisa mengolah pengalaman menjadi kesadaran dan tindakan nyata,” ujar Intan.

Program ini juga membangun jejaring Forest Guardians Alumni Network, sebagai wadah pertukaran pengalaman dan regenerasi gerakan hijau di kalangan muda. Alumni didorong menjadi mentor dan pelopor di lingkungan masing-masing.

Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini menyimpan banyak kawasan lindung seperti Manglayang, Burangrang, dan Tangkuban Perahu yang menghadapi tekanan urbanisasi dan degradasi lingkungan.

Baca Juga :  DBHCHT Sumedang 2025 Difokuskan untuk JKN dan Penguatan Layanan Kesehatan

Forum Bumi ingin menjadikan kota ini pusat lahirnya pemikir lokal yang bertindak global.

Dalam seminar Forum Bumi di Jakarta, 8 Agustus 2024 lalu, jurnalis lingkungan Mahandis menyampaikan bahwa

“sebagai manusia, kita perlu bertanggung jawab secara moral dan etika terhadap ekosistem di bumi.” Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa gerakan hijau bukan pilihan, tapi kewajiban bersama.

Intan menegaskan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

“Jika hutan adalah paru-paru bumi, maka anak muda adalah nafas masa depan,” ucapnya. “Dengan membawa mereka kembali ke alam, kita bukan hanya menanam pohon, tapi menumbuhkan harapan.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button