
FAJARNISANTARA.COM- Intensitas hujan deras pada Selasa (19/11/2024) malam menyebabkan longsor di Dusun Cisurupan RW 10 RT 2 dan 3, Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang. Rabu 20 November 2024.
Jalan penghubung sepanjang 12 meter dengan lebar 1,5 meter dan ketinggian lima meter ambrol sekitar pukul 20.35 WIB. Warga sekitar kini waswas akan bahaya susulan.
Kepala Desa Sawahdadap, Suganda, menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebelumnya pernah dilanda banjir bandang pada Desember 2022.
“Tahun lalu, lokasi ini sempat banjir bandang dan akhirnya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, hingga kini tidak ada tindakan nyata dari BBWS,” ujar Suganda saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (20/11/2024).
Menurut Suganda, pemerintah desa dan pemerintah kabupaten tidak diizinkan melakukan perbaikan karena area tersebut telah ditetapkan sebagai tanggung jawab BBWS.
“Kami dalam dilema. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang lagi apabila hujan deras kembali turun,” imbuhnya.
Menyikapi situasi ini, jajaran Pemerintah Desa Sawahdadap bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Meski begitu, warga berharap BBWS segera mengambil tindakan konkret untuk mencegah potensi bencana susulan.
“Kami berharap pihak BBWS secepatnya bertindak. Jangan sampai menunggu terjadi bencana lagi,” tegas Suganda.
Longsor ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang menggunakan jalan tersebut sebagai jalur utama. Selain itu, ancaman tanah longsor yang meluas menjadi kekhawatiran tambahan di musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung.
Saat ini, tim gabungan terus memantau kondisi di lokasi untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut. Warga diimbau tetap waspada dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda keretakan tanah atau potensi longsor lainnya.**







