BisnisDaerahEkonomi

Dampak Cuaca Ekstrem, Petani Durian di Subang Gagal Panen Raya

FAJARNUSANTARA.COM, SUBANG – Petani durian asal Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat, harus gigit jari. Di tahun ini, mereka tak bisa melakukan panen raya lantaran bunga-bunga durian, rontok akibat cuaca ekstrem.

“Cuacanya sangat ekstrem banget. Hal itu, berpengaruh terhadap pertumbuhan pohon durian,” ujar Suwandi, seorang petani sekaligus pedagang durian asal Kecamatan Jalancagak, Selasa (2/3/2021), seperti dikutip Bandung.Bisnis.com.

Baca Juga :  Setelah 6 Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terseret Arus Banjir di Sungai Batu Kapur Subang

Biasanya, kata Suwandi, sejak Januari hingga Maret, merupakan musim panen raya durian. Buah yang khas dengan wanginya itu, akan terlihat melimpah di wilayah sentra durian. Hanya saja di tahun ini kondisinya berbeda.

Pedagang durian yang biasanya cukup banyak, saat ini lebih sedikit. Termasuk, untuk stok durian, juga tak melimpah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Setelah 6 Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terseret Arus Banjir di Sungai Batu Kapur Subang

Dengan hasil panen yang sedikit ini, berdampak negatif terhadap harga durian. Saat ini, harga durian turun di kisaran Rp 10-15 ribu per buahnya. Turunnya harga ini, jelas untuk memancing minat para pembeli.

“Kalau panen raya dan stoknya melimpah, harganya justru akan mahal. Tapi sebaliknya, bila stok sedikit, harganya itu malah turun. Jadi jualan durian itu agak sedikit aneh,” tuturnya.

Baca Juga :  Setelah 6 Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terseret Arus Banjir di Sungai Batu Kapur Subang

Pada tahun lalu, kata Suwandi, dirinya bisa menjual durian dengan harga mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 80 ribu perbuahnya. Tapi untuk tahun ini harganya turun mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per buah.

“Petani durian di tahun initak meraup untung banyak,” ujar pemilik 200 pohon durian itu. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button