Peristiwa

Akses Jalan Dua Kabupaten Terputus Akibat Bendungan Sadawarna, Ini Penjelasnya

FAJARNUSANTARA.COM,SUMEDANG,– Waduk Sadawarna Sudah mulai digenangi dan Pasca penggenangan (Impounding) Waduk Sadawarna di Kabupaten Subang mengakibatkan akses dari Kecamatan Surian menuju Kabupaten Subang terputus. Senin (05/12/2022).

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan, S.H., S.I.K, melalui Kasi Humas AKP Dedi Juhana menyampaikan bahwa jalan Desa Suriamedal Kecamatan Surian merupakan jalan penghubung dan akses keluar masuk Sumedang-Subang serta Indramayu.

“Setelah adanya penggenangan Waduk Sadawarna akses jalan tersebut menjadi terputus, karena jalan tersebut termasuk dalam Kawasan yang tergenang.” Ucap Dedi.

“Adapun akses jalan penghubung dari Surian menuju Subang yaitu Jalur Lingkar Sadawarna saat ini masih dalam tahap pembangunan sehingga sementara ini belum dapat dilalui”. Tambah Dedi.

Baca Juga :  Pria Ancam Bakar Minimarket di Cimanggung Diamankan Polisi

“Untuk membantu aktivitas masyarakat Polsek Surian bekerjasama dengan Koramil Surian membantu masyarakat untuk menyebrang dengan menggunakan perahu karet yang sudah disediakan oleh pihak BBWS”. Pungkasnya.

Dikatakannya, Adapun Jalur Lingkar yang menghubungkan Kecamatan Surian Sumedang menuju Subang saat ini masih terus dilaksanakan pembangunan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sebelum Waduk Sadawarna tersebut diresmikan.

Sementara menurut Kepala BPBD Kabupaten sumedang Atang Sutarno mengatakan, berdasarkaan iformasi yang kami terima satker Bendungan Sadawarna jika penggenangan Wauk sudah sesuai prosedur, namun dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan genangan meluas tidak sesuai yang direncanakan.

Baca Juga :  Cekcok Keluarga Berujung Maut, Ini Penjelasan Polisi Sektor Jatinangor

“Kami dari pihak BPBD meminta pada pihak satker guna melakukan pembukaan bendungan terlebih dahulu, supaya air surut dan jalan yang tergenangi bisa dilewati,” ujarnya

Ia menuturkan, karena apa ?, jalur liingkar untuk pemindahan akses jalan utama belum selesai, jadi hubungan lalu lintas yang bisa dipergunakan hanya satu jalur yakni dari kojengkang dan itupun harus memutar lebih jauh lagi ditambah jalannya hancur banget kasihan warga.

“Apalagi bagi anak-anak yang mau sekolah, kasihan banget, sehingga pihaknya langsung meminta ke Pihak Satker untuk menyediakan Perahu,” tandasnya.

Kalak BPBD menyampaikan, Jalan Pintas dari Kojengkang juga sekarang malah amblas, jadi makin parah dan kami juga langsung mengajukan permohonan ke pihak Satker Sadawarna untuk mengurugnya menggunakan Sirtu, dan mereka menyetujuinya yang mana sekedang sudah mulai diurug.

Baca Juga :  Longsor Tewaskan Empat Pekerja Proyek Mini Soccer di Jatinangor

“Bahkan pihak Forkopimcam juga sempat kesal karena perahu yang dijanjikan lima, hanya baru satu yang tersedia, setelah dikonfirmasi barusan, pihak Satker Sadawarna lagi ke Jatigede guna mencari perahu,” katanya.

“Kemarin kami bersama TNI-POLRI bahu membahu membantu masyarakat, guna melakukan penyebrangan dengan perahu yang ada, semoga saja pihak Satker Sadawarna bisa secepatnya memperbaiki jalan alternatif tersebut, ya minimal tidak rusak amat dan licin karena lumpur,” pungkasnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button