Dalam pelantikan tersebut, Dony menegaskan bahwa dewan hakim memegang peran penting dalam menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Sumedang pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional. Karena itu, ia meminta seluruh dewan hakim menjalankan tugas secara objektif, profesional, dan berintegritas.
“Hasil yang nanti ibu dan bapak putuskan akan menentukan qari dan qariah terbaik Kabupaten Sumedang yang akan mewakili daerah pada jenjang berikutnya. Karena itu, laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, objektif, profesional, dan menjunjung tinggi keadilan,” kata Dony dalam sambutannya.
MTQ ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang mengusung tema “MTQ Peduli Lingkungan, Wujudkan Sumedang Generasi Qur’ani Menuju Indonesia Emas 2045.” Pemerintah Kabupaten Sumedang menjadikan tema tersebut sebagai komitmen untuk membangun generasi yang memahami dan mengamalkan Al-Qur’an sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Selain melantik dewan hakim, Dony mengapresiasi panitia pelaksana, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan MTQ. Menurut dia, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan MTQ ini memberikan makna, manfaat, dan dampak yang nyata bagi syiar Islam, terutama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Dony juga mengingatkan agar MTQ tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memperkuat pembinaan generasi Qur’ani dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin kegiatan MTQ ini benar-benar dilaksanakan dengan menghadirkan hati kita, bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai kegiatan rutin, tetapi memiliki makna, manfaat, dan dampak yang jelas bagi masyarakat,” tuturnya.
Kepada panitia penyelenggara, Dony berpesan agar pelaksanaan MTQ dikemas secara menarik, tertib, dan berkualitas. Menurut dia, penyelenggaraan yang baik dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mempelajari Al-Qur’an dan mengikuti MTQ pada masa mendatang.
“Saya yakin ketika MTQ dikemas dengan baik, akan tumbuh keinginan anak-anak kita untuk mengikuti MTQ. Dampaknya akan sangat luas, karena semakin banyak yang termotivasi belajar Al-Qur’an, menjadi qari dan qariah berprestasi, sekaligus memahami, mengamalkan, dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di akhir sambutannya, Dony menyatakan optimistis dewan hakim mampu menjalankan amanah sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Ia berharap proses penilaian yang objektif menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Sumedang di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
“Saya meyakini dengan keilmuan, pengalaman, dan komitmen yang dimiliki para dewan hakim, MTQ ini akan menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang layak menjadi duta Kabupaten Sumedang di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya.***