DaerahEkonomiKomunitasOlahragaPolitikUncategorized

Warisan Budaya Terancam! Pacuan Kuda Sumedang Butuh Perhatian Serius

FAJARNUSANTARA.COM- Pembangunan arena pacuan kuda di Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, yang direncanakan sebagai lokasi relokasi dari Arcamanik Bandung, masih menghadapi kendala meskipun lahan telah dibebaskan sejak 2016.

Kondisi ini menarik perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, yang hadir meninjau lokasi pacuan kuda tersebut bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Provinsi Jawa Barat serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Camat Tanjungsari.

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Sumedang, Dede Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Ketua Pordasi Provinsi Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :  Reses Ceria, Lady Puspita Serap Keluhan Warga Soal Bansos hingga Pemekaran Desa di Jatinangor

“Mudah-mudahan pacuan kuda yang kita miliki di Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, meskipun berada di bawah kebijakan provinsi, tetap dapat menjadi aset berharga bagi Kabupaten Sumedang,” ujar Dede Mulyadi.

Lebih lanjut, Dede menyoroti pentingnya pacuan kuda sebagai bagian dari budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Tegaskan Sinergi Desa-Kabupaten, Pembangunan Harus Ngebut!

“Meskipun pacuan kuda banyak diikuti oleh komunitas dari kalangan menengah ke atas, kita tidak bisa mengabaikan aspek budayanya. Sumedang memiliki warisan yang sangat besar terkait kuda dari para leluhur. Sejarah ini sangat kental dan bisa disinkronkan dengan kebudayaan yang ada di Kabupaten Sumedang,” jelasnya.

Dede berharap seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sumedang dapat lebih aktif terlibat dalam mendorong perkembangan pacuan kuda di Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari.

Baca Juga :  Hanjuang Beureum Bersama Ustad Hendra, Gaungkan Adab Pernikahan dalam Pengajian Walimatul Ursy

“Kami berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat agar pacuan kuda ini tidak hanya berkembang sebagai olahraga tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Sumedang,” ungkapnya.

Dengan adanya kunjungan dan perhatian dari DPRD Provinsi Jawa Barat, diharapkan kendala yang selama ini menghambat pembangunan arena pacuan kuda dapat segera diatasi, sehingga fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan komunitas pecinta kuda di Sumedang.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button