DaerahSosialTNI/POLRI

TNI–Polri Tanam 200 Pohon di Lokasi Longsor Pamulihan, Upaya Mitigasi Bencana di Bulan Ramadan

FAJARNUSANTARA.COM – Puluhan personel TNI–Polri bersama unsur pemerintah, relawan, mahasiswa, dan masyarakat menanam ratusan pohon di lokasi bekas longsor Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasa, 10 Maret 2025.

Kegiatan bertema “Ngabuburit Hejokeun Leweung” tersebut dilakukan sebagai upaya penghijauan sekaligus mitigasi bencana di kawasan rawan longsor.

Kegiatan diawali dengan apel gelar penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan. Puluhan anggota TNI–Polri, unsur Pemerintah Kecamatan Pamulihan, Perhutani, relawan kebencanaan, mahasiswa pecinta alam, pelajar, serta masyarakat Desa Cigendel turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Baca Juga :  Job Fair 2026 Sumedang Sediakan 2.750 Lowongan, Diserbu Ribuan Pencari Kerja

Dalam kegiatan itu, para peserta menanam sekitar 200 batang pohon keras di sekitar tebing bekas longsor. Jenis pohon yang ditanam antara lain damar, rasamala, ganitri, puspa, matoa, dan salam. Pohon-pohon tersebut dipilih karena memiliki akar kuat yang mampu membantu memperkuat struktur tanah di daerah lereng.

Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi potensi bencana longsor di wilayah tersebut. Menurut dia, penanaman pohon juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Bupati Dony: 90 Persen Jalan Kabupaten di Situraja Sudah Mantap

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Penanaman pohon ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi lingkungan agar kawasan ini kembali hijau dan lebih aman dari potensi longsor,” ujar Agus.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya kesiapsiagaan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Wilayah sekitar Cadas Pangeran, kata dia, merupakan salah satu jalur strategis yang rawan terhadap bencana alam.

Baca Juga :  Heran, Pemuda di Cimanggung Nekat Curi Mobil Orang Tua, Polisi Amankan dalam Hitungan Jam

Suasana kegiatan terasa lebih hangat karena dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Para peserta menanam pohon sambil menunggu waktu berbuka atau ngabuburit, sehingga kegiatan penghijauan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan semangat gotong royong.

Melalui gerakan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”, para peserta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Selain itu, kawasan rawan bencana diharapkan kembali hijau dan lebih stabil sehingga risiko longsor dapat diminimalisir pada masa mendatang.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800