DaerahKesehatanNasional

Selama Libur Nataru di Jabar, Ada Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19

FAJARNUSANTARA.COM, BANDUNG – Selama libur natal dan tahun baru (Nataru) 2021, sebanyak 65 wisatawan diduga positif Covid-19. Hal itu diketahui setelah dilakukan rapid tes antigen saat para wisatawan itu hendak berlibur ke Provinsi Jawa Barat.

“Dalam proses liburan dari awal tanggal 20 Desember sampai Tanggal 2 Januari, kurang lebih ada 3.700 wisatawan. Jumlah itu kami ambil sampelnya menggunakan rapid test antigen dan yang bereaksi positif ada 65 orang,” kata Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Selasa (5/1) seperti dikutip dari JPNN.com.

Baca Juga :  Pembukaan MTQ ke-37 Bakal Dimeriahkan Doel Sumbang Dan Gubernur Jawa Barat

Disebutkan Emil, adanya 65 wisatawan yang hasil rapid test-nya reaktif, membuktikan memang selalu ada dampak dari pergerakan pariwisata disaat libur panjang saat pandemi Covid-19 ini. Dari 65 wisatawan itu, katanya, diketahui ada 27 orang berasal dari Kabupaten Bogor.

Kang Emil -sapaan akrab- Ridwan Kamil yang juga Ketua Umum Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat menyebutkan, peningkatan pergerakan orang saat libur panjang memang masih berdampak. Akan tapi, katanya, tidak setinggi libur-libur panjang sebelumnya.

Baca Juga :  Mengenang Masa Kecil, Ridwan Kamil Mampir ke Cipanteneun

Kendati demikian, lanjut Kang Emil, dirinya mengapresiasi masyarakat yang dinilai patuh terhadap imbauan yang tidak berkerumun dan taat protokol kesehatan saat libur nataru.

“Ini harus disampaikan teman-teman media massa, saya menghaturkan terima kasih kepada seluruh warga Jawa Barat yang taat arahan pemerintah, Polda dan Kodam yang tidak melaksanakan kegiatan tahun baru dengan keramaian, kerumunan pergerakan yang tidak perlu,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebelum Monitoring Tol Cisumdawu, Gubernur Subuh Berjamaah di Rancamulya

Maka dari itu, kata Kang Emil, ketaatan merupakan kunci dari cepatnya menyelesaikan pandemi secara bersama-sama. Kemudian kebijakan bekerja di rumah, katanya, tetap direkomendasikan dalam 14 hari kedepan sampai nanti pertengahan Januari 2021 hingga pada akhirnya pada minggu ketiga Januari vaksin pertama bisa disuntikkan di seluruh Indonesia. (**)

Selengkapnya
Back to top button