HIPMI Sumedang Gelar Muscab VII, Pengusaha Muda Diminta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

FAJARNUSANTARA.COM — Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VII sebagai ajang konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan, Sabtu (tanggal kegiatan belum dicantumkan), di Sumedang.
Kegiatan ini sekaligus menetapkan ketua umum terpilih HIPMI Sumedang periode 2025–2028. Dalam sambutannya, ketua terpilih menegaskan komitmennya untuk menjadikan HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Menjadi ketua HIPMI bukan hadiah, tapi amanah. Saya harus bisa mewakili harapan para pengusaha muda dan masyarakat yang mendambakan peningkatan ekonomi di Sumedang,” ujar ketua terpilih secara aklamasi HIPMI Kabupaten Sumedang Rafika Adnur, dalam pidato perdananya.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi HIPMI dalam membangun ekonomi yang inklusif.
Ia menambahkan, pesan Bupati Sumedang agar para pelaku usaha muda tak hanya memperkuat ekonomi pribadi, tapi juga mampu menciptakan dampak bagi kemajuan ekonomi daerah, menjadi landasan visi HIPMI ke depan.
“Kami ingin memperbanyak anggota dan menciptakan ruang kolaborasi,” ujarnya.
Ketua HIPMI Sumedang periode sebelumnya, Isal Saeful Rohman, menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan baru. Ia menilai, Sumedang memiliki potensi besar dari berbagai sektor, terutama setelah akses tol mempermudah lalu lintas barang dan jasa.
“Wilayah Sumedang punya potensi dari sektor agro, jasa, hingga kuliner. UMKM-nya juga kuat, tahu Sumedang adalah ikon yang sudah dikenal luas. Saya yakin ini bisa dikembangkan lebih jauh,” kata Isal.
Menurutnya, pengurus HIPMI harus adaptif dan inovatif agar mampu menarik minat investor. “Infrastruktur yang sudah berkembang memberi kita peluang besar untuk tumbuh,” tambahnya.
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan dukungannya terhadap BPC Sumedang. Ia mengajak pengurus baru untuk lebih aktif menjalin kemitraan strategis, terutama dalam peningkatan kualitas SDM.
“Kita bisa mulai dari program-program pelatihan kerja seperti barista atau kitchen crew, yang terhubung langsung dengan dunia usaha. Dengan begitu, pengusaha dapat SDM siap pakai, dan masyarakat mendapat akses kerja,” ujar Egi, yang juga menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah.
Ia menekankan pentingnya sinergi HIPMI dengan pemerintah daerah sebagai mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan pengembangan sektor informal.
Muscab VII HIPMI Sumedang menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam membangun perekonomian lokal secara berkelanjutan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan program-program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. ***







