FAJARNUSANTARA.COM- Pasangan calon Bupati nomor urut 1, Dra. Hj. Eni Sumarni dan H. Ridwan Solichin kembali melanjutkan kegiatan sapa warga, kali ini menyapa masyarakat Jatinangor, Minggu, 20 Oktober 2024.
Meskipun tanpa ditemani oleh calon wakil bupati, Ridwan Solichin, Eni berhasil menarik perhatian warga yang telah menunggu di pinggir jalan sejak pagi.
Kegiatan yang dimulai di pasar kaget Universitas Padjadjaran (Unpad) ini diwarnai dengan jogging bersama dan interaksi langsung dengan pedagang serta warga. Eni didampingi oleh dua anggota DPRD Sumedang dari Fraksi Golkar, Asep Kurnia dan Lady Puspita.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk menyapa warga, tetapi juga untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka,” kata Asep Kurnia.
Menurut Bunda Eni, roadshow kali ini juga bertujuan untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
“Banyak pedagang dan pelaku UMKM yang mengeluh sulit mendapatkan kredit pinjaman. Kami akan berupaya mencari solusi untuk mempermudah akses kredit bagi UMKM agar mereka tidak terjerat rentenir,” ungkapnya.
Kehadiran Eni di Jatinangor didukung oleh dua tokoh berpengaruh, H. Umuh Muchtar dan H. Pengpeng, yang juga menyampaikan dukungannya. Dukungan kuat juga terlihat dari masyarakat Desa Cipacing yang merupakan basis suara Asep Kurnia dan Lady Puspita.
Di RW 02 Desa Cipacing, ratusan warga berkumpul untuk menyambut Bunda Eni, dengan sorak-sorai dan musik jingle dari tim simpatisan Eni-Ridwan.
“Kami rindu sosok seperti Bunda Eni yang memiliki pengalaman panjang dan keibuan. Ini saatnya membenahi Sumedang,” ujar Rohaeti, salah satu warga Desa Cipacing.
Rohaeti menambahkan, Eni yang merupakan putri daerah Sumedang dengan latar belakang sebagai anggota DPD RI selama dua periode, memiliki rekam jejak baik dan dipercaya mampu membawa perubahan bagi Sumedang.
Salah satu poin penting yang diungkapkan Eni selama kunjungannya adalah ketiadaan pusat pemerintahan kecamatan dan alun-alun di Jatinangor.
“Sebagai kawasan pendidikan dan perkotaan, Jatinangor seharusnya sudah memiliki ruang publik yang layak dan kantor pemerintahan yang representatif,” tuturnya.
Jika terpilih, Eni berkomitmen untuk mempercepat pembangunan pusat pemerintahan di Jatinangor agar lebih terorganisir dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Kami akan mempercepat pembangunan kantor kecamatan, Polsek, dan Koramil dalam satu kawasan agar lebih efektif dan efisien,” tambahnya.
Selain itu, Eni juga tidak melupakan aspirasi kaum milenial di Jatinangor yang mayoritas adalah mahasiswa dan pemilih pemula.
“Kami akan memprioritaskan pelatihan kerja dan memudahkan akses lapangan kerja bagi mereka, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada pendidikan formal saja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bunda Eni tidak hanya menggalang dukungan politik, tetapi juga memperkuat hubungannya dengan masyarakat dengan mendengarkan langsung keluhan dan harapan mereka.**







