
FAJARNUSANTARA.COM,- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, semangat persaingan antar partai politik, calon legislatif, dan calon presiden semakin memanas. Sabtu 29 Juli 2023.
Dalam menghadapi kontestasi ini, PUI (Persatuan Umat Islam) juga berusaha memenangkan hati pemilih dan mengukuhkan posisi organisasi di tengah masyarakat.
Menurut Raizal Arifin, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PUI, menegaskan pentingnya menjaga kesatuan dan mengutamakan agenda serta kepentingan PUI di atas segalanya.
“Pemilu bukanlah momen untuk memecah belah, melainkan untuk memperbesar dan menguatkan PUI serta jama’ahnya,” ujarnya.
Dalam konteks Pemilu, Raizal mengajak seluruh anggota PUI untuk melampaui perbedaan pilihan politik. Keberagaman ini sebenarnya merupakan kekayaan bagi organisasi dan bukan hal yang harus menjadi sumber konflik.
Ia juga mengingatkan agar para kader PUI tidak terbawa emosi dan saling bersaing dengan partai lainnya dalam merebut pemilih.
“Perlu adanya pembelajaran dari organisasi-organisasi lain yang berhasil memanfaatkan momentum Pemilu untuk memperbesar basis dan meningkatkan kinerja organisasi,” tandasnya.
Menurutnya, setiap fase kehidupan bangsa harus dimanfaatkan dengan bijak oleh PUI agar terus berkembang dan berkontribusi bagi Indonesia.
“Terkait peran para calon legislatif dan tim suksesnya, tugas mereka bukan hanya untuk mencari dukungan politik semata, melainkan juga sebagai sarana memperkuat jama’ah dan jaringan PUI,” paparnya.
Ia berharap setiap suara yang diperoleh oleh para caleg dapat dijadikan momentum untuk mengajak pemilih menjadi bagian dari PUI, sehingga basis warga PUI semakin berkembang.
Pentingnya kebijaksanaan pengurus PUI di semua tingkatan organisasi juga menjadi sorotan Raizal.
Mereka lanjut Rizal , harus mampu mengelola perbedaan pilihan politik di antara warga PUI dengan bijak, sehingga tidak terjadi konflik internal yang merugikan organisasi.
“Hal ini menjadi kunci untuk mencapai kemenangan di setiap daerah pemilihan (dapil) dan memastikan bahwa para kader PUI yang terpilih menjadi wakil rakyat,” tegasnya.
Raizal menegaskan bahwa PUI adalah gerakan islah yang berjuang untuk persatuan, perdamaian, persahabatan, dan perbaikan di semua sektor kehidupan. Inilah identitas dan tujuan sejati PUI sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
“Tentu saja, segala hasil pemilu tergantung pada kehendak Allah. Oleh karena itu, Raizal mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar segala upaya yang dilakukan PUI mendapat ridha-Nya. “In uridu ilal islahu mas tato’tu Wallahu’alam bishawab_,” ungkap Raizal penuh keyakinan.**







