KomunitasPemerintahanPolitik

PUI Jawa Timur Serukan Jaga Keselamatan dan Marwah Presiden, Tegaskan Kritik Harus Beradab dan Konstitusional

Malang – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Ummat Islam (PUI) Jawa Timur menyampaikan seruan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keselamatan dan marwah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Seruan yang dibuat di Malang, Rabu (4/11/2026), itu ditujukan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan seluruh anak bangsa, khususnya di Jawa Timur.

Ketua DPW PUI Jawa Timur, KHR Muhammad Syahruddin Abbas, menegaskan bahwa menjaga keselamatan pemimpin negara bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab moral seluruh rakyat. Menurutnya, Presiden adalah simbol negara, persatuan, dan marwah bangsa.

“Menjaga keselamatan Presiden bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab moral seluruh rakyat Indonesia,” demikian isi seruan tersebut.

Kritik Dilindungi, tetapi Harus Beradab

DPW PUI Jawa Timur menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah keniscayaan dalam demokrasi dan kritik merupakan hak yang dilindungi. Namun, kritik diminta disampaikan dengan adab, data, dan akhlak, bukan dengan caci maki, fitnah, ujaran kebencian, apalagi ancaman terhadap keselamatan jiwa.

Seruan itu merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 59 yang memerintahkan orang beriman menaati Allah, Rasul, dan ulil amri. Seruan juga mengutip hadis riwayat Tirmidzi yang mengingatkan akibat merendahkan pemimpin yang diberi kekuasaan di muka bumi.

Menurut PUI Jawa Timur, merendahkan pemimpin sama dengan merendahkan marwah bangsa sendiri di mata dunia. Karena itu, seluruh pihak diajak berhenti menyebarkan hoaks, narasi provokasi, dan konten yang memecah belah persatuan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pemimpinnya, sekalipun berbeda pilihan politik,” tulis seruan tersebut.

Seruan Persatuan dan Jalur Konstitusional

DPW PUI Jawa Timur mengajak masyarakat menjaga Indonesia dengan akal sehat dan hati yang dingin, serta mendukung pemerintah dalam membangun bangsa, mengentaskan kemiskinan, menjaga kedaulatan, dan menegakkan keadilan.

Apabila ada kebijakan yang dinilai belum tepat, masyarakat diminta menyampaikannya secara terhormat melalui jalur konstitusional dan dialog yang bermartabat, bukan dengan cara-cara yang merusak. PUI Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis yang konstruktif, yang menjaga ulama, umat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seruan ditutup dengan ajakan menyatukan tekad: menjaga Presiden, menjaga persatuan, dan menjaga Indonesia. DPW PUI Jawa Timur juga mendoakan agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa dilindungi Allah SWT, diberi kesehatan, kekuatan, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam memimpin bangsa menuju Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan diridai Allah SWT.

Damha

Suka membaca dan menulis, selalu ingin belajar lebih baik
Back to top button