
FAJARNUSANTARA.COM— Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus perampokan dan pembunuhan seorang sopir taksi online di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Polisi meringkus kedua terduga pelaku pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.
Kapolres Sumedang AKBP Dr. Reza Ma’ruffi membenarkan penangkapan tersebut. Kedua terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sumedang untuk mengungkap peran masing-masing dalam kasus tersebut.
“Benar, pengemudi sopir taksi online menjadi korban pembunuhan, dan dua pelaku sudah ditangkap pada Sabtu malam,” ujar Reza saat dikonfirmasi pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Korban diketahui merupakan pengemudi taksi online yang mengemudikan mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi Z 1763 BB. Korban diduga menjadi sasaran perampokan sebelum akhirnya kehilangan nyawa.
Polisi hingga kini belum mengungkap secara rinci kronologi kejadian maupun motif pembunuhan. Penyidik masih mendalami keterangan kedua terduga pelaku serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
“Kami belum mendapatkan laporan lengkap dari penyidik, atau nanti semuanya akan disampaikan saat ekspos kasus,” kata Reza.
Informasi awal menyebutkan korban diduga dihabisi di kawasan tambang di Kecamatan Cimalaka. Setelah membunuh korban, pelaku diduga membawa dan menguburkan jasad korban untuk menghilangkan jejak.
Jenazah korban kemudian ditemukan terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Penemuan tersebut menggemparkan warga sekaligus membuka tabir kasus perampokan yang berujung maut itu.
Polisi masih memeriksa kedua terduga pelaku untuk mengungkap motif, kronologi lengkap, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Informasi lebih lengkap mengenai kasus tersebut rencananya akan disampaikan melalui ekspos perkara oleh Polres Sumedang.
Rekan almarhum Yogi, Ahmad Jubaedi Waluyo, juga sebagai Ketua Komunitas Stoners meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang menyebabkan meninggalnya seorang driver online di Kabupaten Sumedang. Ia berharap pelaku mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya.
Ahmad mengatakan, Yogi dikenal sebagai sosok yang memiliki perilaku baik. Menurut dia, korban juga mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai komunitas driver online di Sumedang.
“Saya meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus yang telah menghilangkan nyawa rekan kami, almarhum Yogi, dan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya,” kata Ahmad.
Ia menuturkan, selama mengenal Yogi, korban dikenal mudah bersilaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan sesama pengemudi online.
“Yang saya tahu, korban selalu berkelakuan baik sehingga bisa bersilaturahmi dengan baik ke semua komunitas online yang ada di Sumedang,” ujarnya.
Ahmad berharap proses hukum terhadap kasus tersebut berjalan secara transparan sehingga keluarga dan rekan-rekan korban mendapatkan kepastian hukum.**







