Daerah

PD PUI Sumedang Dilantik, Engkos: Mari Tuntaskan Program Renstra DPP PUI

FAJARNUSANTARA.COM,SUMEDANG –  Pimpinan Daerah Persatuan Umat Islam (PD PUI) Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat Periode 2020-2025, resmi dilantik, Minggu (18/10). Acara yang digelar di Rumah Makan Ponyo Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan itu, sekaligus melantik PD Wanita PUI Sumedang serta PD Pemuda PUI Sumedang yang dihadiri Ketua PW PUI Jabar, Wanita PUI dan Pemuda PUI Jabar serta tamu undangan lainnya.

Pada pelantikan ini, PD PUI Sumedang diketuai Deni Permana, S.S, kemudian Sri sebagai Ketua PD Wanita PUI Sumedang dan Yogi Soleh Prayoga sebagai Ketua PD Pemuda PUI Sumedang hasil Musyawarah Daerah (Musda) PUI Sumedang yang digelar baru-baru ini. Dan acara ini, mengusung tema ‘Menangguhkan Peran PUI dalam Merajut Ukhuwah dan Memperkuat Islam Wasathiyah’.

Baca Juga :  Saan Mustofa Harap Pemuda PUI Jawa Barat Mampu Kolaboratif

Ketua PD PUI Sumedang Deni Permana, S.S  mengucapkan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua PD PUI Sumedang. Deni meminta kerjasama dan dorongan semua pihak, agar mampu menunjukan eksistensi PUI Sumedang untuk keberlangsungan ummat.

Baca Juga :  Saan Mustofa Harap Pemuda PUI Jawa Barat Mampu Kolaboratif

“Semua kader harus punya ghiroh intisab dan akidah yang kuat Insaya Alloh kita bisa jadikan PUI Sumedang semakin baik lagi kedepan,” ajaknya.

Di tempta sama, Ketua PW PUI Jabar Ust Engkos Kosasih menyampaikan harapannya kepada PD PUI Sumedang yang baru dilantik agar ikut menuntaskan dan membantu Program Renstra (rencana strategis) DPP PUI.

Baca Juga :  Saan Mustofa Harap Pemuda PUI Jawa Barat Mampu Kolaboratif

“Kami mengucapkan Alfa mabruk ya, selamat kepada PD Kabupaten Sumedang yang telah resmi dilantik untuk periode kepengurusan 2020-2025,” tuturnya.

Engkos menambahkan, bahwa kemandirian organisasi yang paling vital, adalah bagaimana revitalisasi lembaga-lembaga pendidikan di semua level dapat berjalan.

“Karena kalau ada lembaga pendidikan, Insya Allah bisa eksis. Kalau tidak ada lembaga pendidikan, ya udah tinggal papan namanya sajah PUI ini,” tukasnya.

Selengkapnya
Back to top button