Kesehatan

Jangan Panik, PMK Tidak Bahaya dan Penyembuhannya Cepat

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menerjang Hewan, kini jadi sorotan Pemerintah, dan hal ini membuat peternak sedikit resah. Pasalnya, penyakit tersebut bisa menular melalui udara kepada hewan ternak.

Melihat hal tersebut, Menteri Peternakan Republik Indonesia beserta jajaran terjun langsung kelapangan, dengan datang ke kabupaten Sumedang di dampingi Bupati Sumedang H. Donny Ahmad Munir, juga Anggota DPR RI Fraksi PDIP H. Sutrisno, Danrem.

Baca Juga :  Sutrisno: Asal Muasal PMK Harus Diketahui, Suplemen Lokal Ampuh Tangani PMK

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan adanya informasi 12 sapi di wilayah Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor terpapar virus PMK, sehingga membuatnya meninjau langsung kelokasi.

“Sudah ada 48 Kabupaten dari 16 Provinsi ditemukan PMK. Proses penyembuhannya sangat cepat dan tingkat kematianyapun sangat rendah,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi peternakan sapi di Desa Cilayung, Jatinangor.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Sebut, Hewan Sehat Bersertifikat Aman Disembelih

Menurut Yasin, daging hewan ternak yang terjangkit PMK masih tetap bisa dikonsumsi. Namun, ada beberapa bagian tubuh hewan ternak yang tak bisa dikonsumsi.

“Yang saya pahami yang tidak boleh dimakan adalah jeroannya dan sekitar mulut atau kepala,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, penyakit mulut dan kuku adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Gejala yang paling tampak adalah demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak, dan air liur kental. Hewan ternak yang bisa terkena wabah PMK antara lain sapi, kerbau, unta, kambing, domba, rusa, dan babi.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran PMK di Sumedang, DPRD Provinsi WA Bupati Agar Seleksi Kesehatan Hewan Qurban

“PMK umumnya tidak mematikan bagi hewan ternak yang sudah dewasa. Namun, bagi hewan yang masih muda, PMK bisa menjadi sangat serius dan menimbulkan kerugian produksi yang sangat tinggi,” tandasnya. (ESH).

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button