Hari Desa Nasional Resmi Dibuka, Inovasi Teknologi Pertanian Jadi Sorotan
FAJARNUSANTARA.COM- Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, kegiatan Village Expo berlangsung meriah di Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Selasa (14/1). Dengan tema “Pemberdayaan Desa: Perbaikan Gizi dan Ketahanan Pangan”, acara ini mengangkat potensi desa-desa di Indonesia menuju kemandirian.
Village Expo yang dibuka oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menampilkan berbagai produk unggulan, inovasi teknologi, hingga layanan edukatif yang menjadi cerminan semangat pembangunan desa.
“Kami ingin mendorong desa-desa di Indonesia menjadi mandiri, berinovasi, dan berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional,” ujar La Ode Ahmad dalam sambutannya.
Acara ini menampilkan produk unggulan desa, terutama dari sektor pertanian seperti hasil panen organik, teknologi pertanian modern, hingga inovasi ketahanan pangan berbasis digital. Selain itu, berbagai produk kreatif seperti kerajinan tangan, kuliner khas, hingga produk inovatif lainnya turut dipamerkan.
Kabid Pemberdayaan Ekonomi dan Pemberdayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sumedang, Prama Prameswara, menyebut Village Expo sebagai ajang strategis untuk mempromosikan produk lokal ke masyarakat yang lebih luas.
“Produk-produk ini bukan hanya berkualitas, tetapi juga mampu mendukung perbaikan gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan desa,” katanya saat ditemui di sela acara.
Selain pameran, expo ini juga menjadi ruang edukasi melalui diskusi interaktif yang melibatkan pakar ketahanan pangan. Para peserta diajak belajar teknik pertanian modern, strategi meningkatkan produktivitas peternakan, hingga memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan hasil desa.
Layanan publik turut menjadi perhatian dalam Village Expo. Stand administrasi kependudukan (Adminduk) ramai dikunjungi warga yang mengurus KTP, KK, hingga akta kelahiran. Kehadiran Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) menambah kemudahan layanan bagi masyarakat.
Di sisi lain, Perpustakaan Bergerak menarik perhatian banyak pengunjung, terutama anak-anak. Koleksi buku edukasi, cerita anak, hingga panduan teknologi pertanian memberikan akses literasi di tengah expo.
“Ini cara kami menanamkan budaya membaca dan literasi sejak dini,” ujar Sefti, Duta Jawa Barat yang bertugas di Perpustakaan Bergerak.
Bagi pengunjung seperti Neng, warga Rancakalong, Village Expo bukan hanya sekadar pameran.
“Ini tempat belajar dan berbagi inspirasi untuk kemajuan desa. Saya sangat terinspirasi dengan inovasi yang ditampilkan di sini,” ujarnya.**







