Kesehatan

Dorong New Zero Stunting, BKKBN Jabar Bina Kader Dashat di Sumedang

FAJARNUSANTARA.COM – Perwakilan BKKBN Jawa Barat menggalakan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung KB yang ada di Sumedang. Adapun kegiatan tersebut bertempat di Desa Sukatali Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang dari tanggal 19-20 Juni 2024.

Menurut Penelaah Teknis Kebijakan BKKBN Jawa Barat, Yoke Dadiputri, Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut bertujuan guna melatih kader Dashat di setiap kampung KB untuk memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting sehingga diharapkan tidak terjadi lagi angka stunting.

Baca Juga :  Lantik 377 PPPK Baru, Ini Pesan dari BKKBN Jabar untuk Penyuluh KB

“Kita harapkan nanti tidak ada lagi stunting -stunting yang baru. Jadi, tercapai untuk Jabar New Zero Stunting dan bisa tercapai nanti Indonesia emas di Tahun 2045,” jelas Yoke saat diwawancarai wartawan fajarnusantara.com pada Rabu (19/6/2024) di Kantor Desa Sukatali Kabupaten Sumedang.

Lebih lanjut, Yoke Menjelaskan, setelah mendapatkan pemahaman perihal Dashat pada hari pertama, pada hari kedua atau 20 Juni 2024 akan dilakukan praktek pengolahan makanan sehat. Kemudian selepas praktek tersebut para Kader Dahsat melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap sasaran.

Baca Juga :  Hadiri Rakor DPC IPeKB, Herman Apresiasi Pencapaian Pelayanan Kontrasepsi Hari Kartini di Kabupaten Sumedang

“Sebulan kader ini melakukan pemantauan. Jadi, kita memberikan paket untuk mereka. Paket untuk pemberian makanan sehat sama pemberian telur. Selama satu bulan, mereka memantau. Nanti juga di evaluasi dengan rapport yang tadi. Jadi, setiap sasaran nanti punya rapport. Apakah mereka nanti rapportnya bagus? Kalau sudah bagus, berarti mereka sudah bisa,” terangnya.

Baca Juga :  Hadiri Rakor DPC IPeKB, Herman Apresiasi Pencapaian Pelayanan Kontrasepsi Hari Kartini di Kabupaten Sumedang

Program Dashat di Desa Sukatali Kabupaten Sumedang sendiri akan melibatkan satu tim Dashat yang terdiri dari 10 orang kader yang akan memantau 20 keluarga beresiko stunting. Sehingga kedepannya 1 orang kader akan memantau 2 orang keluar beresiko stunting dengan memberikan paket telur dan makanan olahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button