Daerah

Digelar di Enam Lokasi Berbeda, Kampung Toga Jadi Pusat Paralayang Virtual Piala Angkatan Udara

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Kampung Toga Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, menjadi pusat lomba paralayang virtual Piala Angkatan Udara Indonesia, bertajuk Virtual Paragliding Festival 2020 yang diselenggarakan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sabtu-Minggu (17-18/10).

Selain di Sumedang, lomba paralayang virtual ini digelar juga di Gunung Mas Puncak Bogor Jawa Barat, Lengkong Wonosobo  dan Kemuning Karang Anyar Provinsi Jawa Tengah, Gunung Banyak Batu Provinsi Jawa Timur dan Macau Duo Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, H. Ilmawan Muhamad, S.Ag yang hadir dalam acara pembukaan Piala Angkatan Udara Indonesia itu, merasa bangga lantaran Kabupaten Sumedang menjadi pusat dari kompetisi akurasi bersama online Indonesia.

Baca Juga :  Berikut Tuntutan Mahasiswa saat Melakukan Aksi di Depan Gedung DPRD Sumedang

“Alhamdulillah Sumedang terpilih jadi tuan rumah lomba bergensi yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah,” katanya di sela pembukaan perlombaan.

Selaku anggota dewan, Ilmawan mendorong agar Sumedang menjadi surganya paralayang. Megingat juga, Sumedang memeiliki lebih dari satu venue paralayang yang sudah bertaraf internasional. Seperti Bukit Toga dan Batudua di Kecamatan Cisitu, yang sudah dijajal juga para pecinta olahraga ekstrim itu.

Baca Juga :  DPRD Sumedang Dorong Fasilitasi Kreativitas Komunitas Motor

“Kejuaraan paralayang internasional West Java Paragliding World Championship yang sudah digelar, pesertanya juga dari mancanegara. Ini menjadikan Sumedang itu surganya paralayang,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir mengapresiasi TNI AU yang memilih Bukit Kamoung Toga sebagai pusat kegiatan.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, apalagi sudah menjadikan Kampung Toga ini sebagai pusat dari perlombaan paralayang virtual Piala Angkatan Udara Indonesia ,” ungkapnya.

Di tempat sama, Marsma TNI Basuki Rocmat menuturkan, konsep lomba yang diterapkan pada masa pandemi covid-19 ini, merupakan terobosan baru di dunia paralayang. Peserta loba, kata dia, cukup memilih lokasi domisili lomba dari enam lokasi yang ditentukan.

Baca Juga :  Dorong Pembangunan Daerah, Komisi IV Minta Gagal Lelang Jangan Terulang Kembali

Menurutnya juga, lomba yang dilakukan secara bersamaan ini, hasilnya langsung terkirim ke pusat data secara real-time untuk dijadikan penilaian juri yang valid.

“TNI AU memilih Kampung Toga sebagai pusat kegiatan karena venue sangat memungkinkan berlangsungnya perlombaan. Dan kegiatan itu juga, sekaligus simbol diaktifkannya kembali kegiatan cabang olahraga Petualangan, Tantangan & Wisata (PTW) yang terdiri dari lima cabor, yaitu Paragliding, Diving, Rafting, Running dan Hiking,” tukasnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button