DaerahPemerintahanSeni dan Budaya

Bupati Sumedang Buka Pekan Adat Ngalaksa 2026, Tegaskan Budaya sebagai Identitas

FAJARNUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumedang membuka rangkaian Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Rancakalong sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir secara resmi membuka rangkaian Pekan Adat Ngalaksa Tahun 2026 yang akan berlangsung hingga 10 Mei mendatang. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari sesepuh adat, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga generasi muda.

Baca Juga :  Kejari Sumedang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi PJU, Aliran Dana Capai Rp1 Miliar

Camat Rancakalong, Deni Suhandani, menjelaskan bahwa Ngalaksa merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi, khususnya padi sebagai sumber kehidupan.

“Selain sebagai ungkapan syukur, Ngalaksa juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, serta menjaga kearifan lokal di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama para sesepuh dan tokoh masyarakat, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui program pelestarian budaya.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Dorong Percepatan Program Prioritas Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar budaya yang kuat. Di Sumedang, ruh budaya itu ada di Rancakalong,” ungkapnya.

Menurutnya, budaya tidak hanya dimaknai sebagai seni pertunjukan, tetapi juga mencerminkan cara hidup, pola pikir, dan etos kerja masyarakat.

Baca Juga :  Banjir Rendam Sejumlah Desa di Jatinangor, Sungai Cikeruh Kembali Meluap

Ia menyebut, tradisi Ngalaksa mengandung nilai-nilai luhur yang tetap relevan, seperti ungkapan syukur atas hasil panen, penghormatan terhadap padi sebagai simbol kehidupan yang kerap dikaitkan dengan Dewi Sri, serta penguatan nilai kebersamaan.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi identitas yang harus dijaga bersama,” tegasnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800