NasionalPemerintahanPolitik

Bersama DPR, BPH Migas gelar Sosialisasi di Bandung Jawa Barat

BANDUNG, JAWA BARAT – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali melakukan Sosialiasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas TA 2021 yang merupakan program sinergitas dengan Komisi VII DPR RI di Bandung, Jawa Barat (13/2/22).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman dan Wahyudi Anas, serta Anggota Komisi VII DPR-RI, H. Nurhasan Zaidi. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sales Area Manager PT. Pertamina (Persero) Jawa Barat, Fahrizal Imaduddin.

Dalam sambutannya, Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk sinergi pengawasan yang dilakukan pemerintah bersama DPR dalam hal ketersediaan pasokan BBM di masyarakat dan sosialisasi isu-isu energi yang sedang marak dimasyarakat, khususnya kenaikan harga BBM.

Baca Juga :  Desa Episentrum Bangsa Memperkuat Ideologi Pancasila

“Kegiatan ini merupakan salah satu sinergi antara BPH Migas dan DPR RI khususnya komisi VII, sehingga tugas dan fungsi sebagai pengawas distribusi BBM dapat berjalan dengan baik, harapannya pertanyaan-pertanyaan dimasyarakat terkait terutama kebijakan penyesuaian harga BBM beberapa waktu lalu dapat terjawab tuntas”, ungkap Saleh Abdurrahman.

Dalam paparannya, Komite BPH Wahyudi Anas menjelaskan bahwa Pemerintah telah menetapkan jenis bensin RON 90 dengan nama dagang Pertalite menjadi Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) menggantikan bensin RON 88 atau Premium.

Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan yang ditandatangani tanggal 10 Maret 2022.

Sedangkan untuk mekanisme pendistribusian BBM kepada penyalur SPBU menjadi tugas badan usaha yang ditunjuk Pemerintah melalui BPH Migas kepada Pertamina yang pelaksanannya oleh Pertamina Patra Niaga sebagai sub holding.

Baca Juga :  Sosialisasi Empat Pilar, Nurhasan: Semangat Kolaborasi Harus Menjadi Tradisi

Untuk mendekatkan ketersediaan BBM kepada masyarakat khususnya jenis Pertamax dan Pertamax Dex, PT Pertamina memberikan program kemitraan dengan masyarakat melalui Pertashop.

“Pertashop menjadi salah satu solusi untuk ketersediaan BBM kepada masyarakat dimana sebelumnya ada jarak antar SPBU kurang lebih 25 km, dengan Pertashop cukup berjarak antara 5 km, ini sangat memudahkan masyarakat,” kata Fahrizal Imaduddin, Sales Area Manager PT Pertamina.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR-RI, H. Nurhasan Zaidi, menyampaikan bahwa banyak pertanyaan dan kegundahan masyarakat terkait kebijakan kenaikan harga BBM, yang harus dijelaskan secara tuntas oleh BPH Migas ke masyarakat.

Baca Juga :  Ketum PUI KH Nurhasan Zaidi Safari Dakwah ke PUI Jawa Barat

Nurhasan melanjutkan bahwa animo keingintahuan masyarakat terhadap pertashop cukup banyak, inilah fungsi DPR bersinergi dengan BPH Migas untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait hal tersebut.

“Kepada teman-teman Komite BPH Migas dan Pertamina, mohon dalam agenda sosialisasi ini dapat diberikan edukasi dan dijelaskan secara komprehensif mengenai BBM dan Gas Bumi serta serba-serbinya. Untuk masyarakat, ayo kita berkontribusi dalam upaya penghematan energi demi masa depan anak cucu kita”, ujar Nurhasan dalam sambutannya.

Sebagaimana diketahui, untuk wilayah Jawa Barat jumlah kuota yang ditetapkan pemerintah untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 bersubsidi tahun 2022, sejumlah 3.910.122 KL dan dari kuota tersebut sudah terealisasi sebesar 8,34% atau sekitar 1.108.029 KL.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button