DaerahPemerintahan

Akhir Pekan Ini, Ratusan KJA dan KJT di Bendungan Jatigede Akan Dibongkar

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, siap melakukan penertiban Kolam Jaring Apung (KJA) dan Kolam Jaring Tancap (KJT) milik infestor dari luar Kabupaten Sumedang. Dimana jumlahnya terus bertambah mengelilingi kawasan Bendungan Jatigede.

Seperti disampaikan Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan. Sesuai Perda Nomer 4 Tahun 2018 tentang tataruang, pihaknya sesegera mungkin melakukan penindakan terhadap KJA dan KJT yang jumlahnya selalu bertambah mengelilingi kawasan Jatigede.

Baca Juga :  Geger Penemuan Jasad Bayi Mengambang di Waduk Jatigede, Diduga Dibuang

“Kita sudah lakukan tindakan persuasi dengan mengadakan rapat dengan pihak terkait. Bahkan kita sudah melayangkan surat sebanyak enam kali untuk membongkar KJA tersebut. Tetapi pada kenyataannya, jumlah KJA yang berada di sekitaran Bendungan Jatigede jumlahnya semakin bertambah,” kata dalam rakor dengan sejumlah pihak terkait di Gedung Negara Sumedang, Rabu (25/11) kemarin.

Erwan menerangkan, rencana pembongkar KJA dan KJT itu, akan di laksanakan pada akhir pekan ini atau Haris Sabtu 28 November 2020.

Baca Juga :  Warga Dua Desa Terdampak Pembangunan Tol Cisumdawu Kembali Lakukan Aksi, Geruduk IPP Sumedang

“Di Bendungan Jatigede sendiri keberadaan KJA dan KJT terus bertambah hingga total keseluruhan 326. Maka dari itu kita akan tidak tegas,” ucapnya.

Wabup menambahkan, pihaknya telah berkordinasi dengan warga tentang rencana membongkaran KJA ini. Bahkan warga sekitar yang memiliki KJA di sekitaran Bendungan Jatigede, bersedia membongkarnya, asalkan KJA milik infestor dari luar Sumedang ikut ditertibkan.

Baca Juga :  Vendor Wedding Kekurangan Tenaga Kerja, ASPEDI Dorong Pemkab Sumedang Adakan Pelatihan

“Mereka mengatakan siap membongkarnya sendiri, asalkan  KJA milik infestor dari luar kota Sumedang ditertibkan terlebih dahulu. Maka dari itu, saya printahkan untuk membongkarnya,” tegasnya.

Setelah penertiban KJA dilakukan, lanjut Erwan, pihaknya akan terus mengawasi kawan Bendungan Jatigede agar tidak ada lagi KJA yang memadati areal tersebut.

“Kita akan awasi terus, bahkan kita akan membuat plang agar tidak membuat KJA di sekitaran Bendungan Jatigede,” imbuhnya. (rif)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button