DaerahPolitik

Ai Rosmawati Geram, Bendung Cariang Tak Kunjung Ditangani Dengan Serius, Petani Meradang

FAJARNUSANTARA.COM- Bendung Cariang, yang sejak zaman Belanda memegang peran vital dalam pengairan lahan sawah seluas 1.603 hektare di enam desa di Ujungjaya, telah menjadi pusat perhatian akibat kerusakan serius yang dialaminya.

Pada tahun 1911, bendung ini dibangun dan kini, pada tahun 2023, ia jebol akibat banjir bandang yang melanda Tiga Tahun yang lalu.Minggu 8 Oktober 2023.

Bendung Cariang berada di bawah yurisdiksi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, serta Badan Wilayah Sungai (BBWS) Cimanung Cisanggarung dalam hal penanganannya.

Baca Juga :  Pengelolaan DBHCHT untuk Penguatan Petani Tembakau di Kabupaten Sumedang

Namun, ketidakprihatinan terhadap pembangunan Bendung Cariang telah memicu kekecewaan salah satu Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Fraksi Partai Gerindra, Ai Rosmawati.

Ia menilai bahwa banyak petani di Kecamatan Ujungjaya yang merasa terlantar akibat lambannya perbaikan bendung tersebut.

Ai Rosmawati menyampaikan keluhan para petani yang memohon agar Bendung Cariang segera diperbaiki. Sebelum jebol, petani di Kecamatan Ujungjaya bisa panen tiga kali dalam setahun,

“Namun sekarang mereka hanya bisa melakukannya sekali dalam setahun, akibat kurangnya pengairan yang dihasilkan oleh bendung tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengelolaan DBHCHT untuk Penguatan Petani Tembakau di Kabupaten Sumedang

Politisi Partai Gerindra Ai Rosmawati menggarisbawahi pentingnya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat dalam memprioritaskan perbaikan Bendung Cariang.

“Bendung Cariang ini memiliki peran yang sangat penting bagi para petani di kecamatan tersebut,” tandasnya.

Ai Rosmawati juga mengecam perlakuan yang dianggapnya kurang serius dalam penanganan perbaikan Bendung Cariang.

“Kami akan terus memperjuangkan perbaikan ini hingga selesai, serta menyoroti perlunya fokus pada ketahanan air selain ketahanan pangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengelolaan DBHCHT untuk Penguatan Petani Tembakau di Kabupaten Sumedang

Selanjutnya, Ai Rosmawati mengingatkan bahwa jika pihak terkait lamban dalam menangani masalah Bendung Cariang, pemerintah harus bertindak cepat mengingat urgensi situasi ini.

Kendati memahami pentingnya Proyek Strategi Nasional, ia menekankan bahwa 1.603 hektare lahan sawah yang mengalami kekeringan dan gagal panen adalah masalah serius yang harus segera diatasi.

“Kita semua berharap agar semua pihak dapat segera memberikan dukungan dan menuntaskan pembangunan Bendung Cariang ini, demi kelangsungan mata pencaharian para petani dan ketahanan pangan di daerah,” pungkasnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button