FAJARNUSANTARA.COM– Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meraih penghargaan Grand Baznas Award 2026 kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat ekosistem zakat dan mendorong pengelolaan yang transparan, akuntabel, serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan diserahkan oleh Pimpinan Bidang Organisasi dan Pembinaan Daerah Baznas RI, Saidah Sakwan, kepada Dony Ahmad Munir dalam acara Grand Baznas Award 2026 di Grand Mercure Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dony mengatakan penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemkab Sumedang untuk meningkatkan pengelolaan zakat melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Ini sebuah kehormatan, kebanggaan, dan motivasi tersendiri bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di Sumedang. Kolaborasi ini terutama untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, kemudian mendistribusikannya agar bermuara pada pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dony.
Menurut Dony, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga dapat menjadi instrumen sosial dan ekonomi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun sistem pengelolaan zakat yang mampu meningkatkan kepercayaan publik.
Salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Sumedang ialah menerapkan sistem pengelolaan zakat berbasis elektronik. Sistem tersebut diharapkan membuat proses penghimpunan hingga penyaluran zakat lebih mudah dipantau.
“Dengan sistem elektronik, kita bisa melihat secara transparan berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan untuk apa penggunaannya. Ketika pengelolaan dilakukan dengan baik dan transparan, akan muncul kepercayaan publik,” kata Dony.
Ia menilai kepercayaan masyarakat menjadi modal penting untuk meningkatkan partisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Semakin profesional pengelolaan zakat, semakin besar pula peluang potensi zakat dapat dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Pemkab Sumedang, kata Dony, juga telah memiliki peraturan daerah yang mendukung pengelolaan zakat. Selain itu, pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran melalui APBD sekitar Rp1,1 miliar.
Dukungan tersebut, menurut Dony, turut mendorong pengelolaan zakat hingga menghasilkan penghimpunan yang disebut hampir mencapai Rp50 miliar. Rincian penghimpunan dan sumber dana tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Baznas Kabupaten Sumedang.
Dony menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi zakat.
Ia berharap Baznas terus memperkuat kredibilitas dan kepercayaan masyarakat melalui inovasi serta pengelolaan yang profesional.
“Kalau Baznas sudah terpercaya, saya yakin masyarakat akan datang dengan kesadaran sendiri untuk menunaikan zakat. Karena itu, kepercayaan harus terus dijaga melalui pengelolaan yang baik, transparan, dan memberikan manfaat nyata,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun Baznas sebagai lembaga yang diingat, dipercaya, mudah dijangkau, dicintai, dan dibanggakan masyarakat.
Grand Baznas Award 2026 menjadi ajang apresiasi bagi berbagai pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan zakat nasional. Penghargaan tersebut juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Baznas, lembaga amil zakat, dan para muzaki.
Melalui kolaborasi tersebut, zakat diharapkan tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.**







