FAJARNUSANTARA.COM – Tebing pondasi proyek pembangunan rumah kos di Dusun Neglasari RT 02 RW 11, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, ambruk pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal diketahui bernama Dodo, warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor. Sementara Ikun, warga Desa Hegarmanah, mengalami luka di bagian tangan dan kepala dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran dalam kondisi sadar.
Danramil Jatinangor Kapten Inf Nanang Koswara mengatakan, jika saksi menyampaikan bahwa peristiwa terjadi saat enam pekerja sedang membuat dudukan pondasi penahan tebing. Empat orang bertugas mengangkat tanah, sedangkan dua orang lainnya mengukur lubang pondasi.
“Awalnya tanah di bagian ujung barat terlihat turun. Salah seorang pekerja langsung berteriak, ‘Naik, naik, naik’,” kata Danramil Jatinangor di lokasi kejadian, Jumat.
Namun, dua pekerja yang berada di bawah tebing tidak sempat menyelamatkan diri. Salah satunya diduga terlambat naik karena sedang mengenakan sepatu bot sehingga tertimbun material longsoran.
Mendapat laporan dari warga, aparat gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Tim gabungan terdiri dari Koramil 1005/Jatinangor, Polsek Jatinangor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Brimob Polda Jawa Barat, Destana Desa Hegarmanah, serta warga setempat.
Babinsa Desa Hegarmanah segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait untuk mempercepat proses penyelamatan korban.
Korban atas nama Dodo akhirnya berhasil dievakuasi dari timbunan material pada pukul 13.35 WIB. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Hingga Jumat siang, aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti ambruknya tebing pondasi di lokasi pembangunan rumah kos tersebut.**







