DaerahPemerintahan

Putra Terbaik Sumedang Herman Suryatman Resmi Dilantik Jadi Sekda Jabar, Siap Bekerja 24 Jam

FAJARNUSANTARA.COM- PJ Bupati Sumedang Herman. Suryatman resmi dilantik PJ Gubernur Jawa Barat menjadi Sekretaris Daerah, Herman Suryatman menyatakan kesiapanya bekerja optimal 24 jam tujuh hari demi kepentingan pembangunan. Senin 1 April 2024, di Aula Barat Gedung Sate Bandung,

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa Jelas dan tegas Pak (Penjabat) Gubernur meminta saya bertugas 24 jam.

“Selama 7 hari harus bahu membahu demi kepentingan Jawa Barat, kolaborasi berbasis kebersamaan dengan semua komponen termasuk dengan media,” ujarnya.

Menurut Herman, sudah jelas bahwa tugas pokok Sekda Provinsi sesuai peraturan perundang- undangan yakni, membantu gubernur dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan umum pemda, serta mengoordinasikan perangkat daerah.

Baca Juga :  Ngaku Tenaga Ahli Wagub, Sherly Akui Catut Nama Erwan Setiawan

Langkah pertama, Herman akan berkonsolidasi dengan keluarga besar Sekretariat Daerah (Setda) termasuk semua perangkat daerah di lingkup Pemda Provinsi Jabar.

“Support dan dukungan dari semua insyaallah Pemda Provinsi Jabar hanya akan maksimal serta optimal jika terus disupport termasuk oleh media,” tandas Herman.

Sekda Jabar Herman Suryatman uga ingin memastikan seluruh unit kerja dalam kondisi solid dan bahagia sebagai sebuah tim.

“Kami akan lanjutkan (apa yang sudah dilakukan) Pak Taufiq BS yang sebelumnya menjadi Penjabat Sekda. Pak Taufiq sangat keren dan saya harus melanjutkan kepemimpinan beliau di bawah Pak (Penjabat) Gubernur,” katanya.

Baca Juga :  Aksi Ansor–Banser Menggema, Bupati Cianjur Jawab dengan Janji Realisasi Program

Herman juga menyoroti sejumlah isu pembangunan di Jabar, di antaranya BRT, LRT Bandung Raya, TPPAS Legoknangka, dan penataan Cekungan Bandung. Kemudian mengendalikan inflasi dan menurunkan stunting.

Khusus stunting, Herman punya catatan. Berdasarkan survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Jabar pada 2022 mencapai 20,2 persen, atau menempati peringkat ke- 22 secara nasional.

“Masih 20,2 persen dan kita akan turunkan, lebih cepat lebih baik karena stunting pertaruhan kita ke depan, apalagi kita menghadapi bonus demografi,” jelas Herman.

Lebih lanjut Hernan menyampaikan, Insyaallah akan kita dorong zero new stunting serta tidak ada stunting baru.

Baca Juga :  Apel Gabungan Anti Premanisme Polda Jabar, Preman Meresahkan Ditangkap

Kendati demikian untuk urusan kemiskinan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat per Juli 2023, tingkat kemiskinan Jabar ada di angka 7,62 persen. Sementara persentase penduduk miskin secara nasional pada Maret 2023 sebesar 9,36 persen.

“Kita di bawah nasional tetapi tetap harus kita turunkan. Kemudian angka pengangguran terbuka Jabar 7,44, nasional 5,32 kita di atas rata- rata nasional. Ini PR yang sangat berat,” ujar Herman.

Meski begitu, untuk menjawab semua tantangan itu, Herman berharap Setda, perangkat daerah, dan unit kerja lain bisa solid untuk berkolaborasi dengan pemda kabupaten dan kota.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button