
FAJARNUSANTARA.COM — PT PLN (Persero) UP3 Sumedang menegaskan komitmennya membudayakan keselamatan kerja dengan menggelar Safety Alignment bersama mitra kerja, Selasa pagi, 28 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman, persepsi, serta komitmen seluruh insan PLN dan mitra kerja dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional.
Manager PLN UP3 Sumedang Ramdani Agutiyansah mengatakan Safety Alignment menjadi sarana strategis untuk memperkuat komunikasi antara manajemen, pegawai, dan mitra kerja terkait kebijakan serta standar keselamatan kerja. Menurut dia, budaya selamat tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen administratif.
“Safety Alignment adalah forum penyamaan persepsi terkait kebijakan, prosedur, dan standar keselamatan kerja antara PLN dan mitra kerja. Namun penerapan budaya selamat tidak hanya ditandatangani di atas kertas. Keselamatan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan dan proses bisnis di PLN,” kata Ramdani.
Ia menegaskan seluruh pekerja wajib mematuhi standar K3 secara konsisten, termasuk dalam penggunaan alat pelindung diri (APD). Ramdani menyebut APD merupakan lapisan perlindungan utama bagi pekerja dalam menghadapi potensi bahaya di lapangan.
“Penggunaan APD yang lengkap dan benar tidak bisa ditawar. APD adalah perlindungan utama bagi pekerja dan wajib digunakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng, yang menekankan bahwa keselamatan manusia merupakan prioritas tertinggi dalam setiap aktivitas perusahaan. Ia menegaskan tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada nyawa manusia.
“Tidak ada pekerjaan yang sangat penting sehingga mengabaikan keselamatan. Seluruh insan PLN Jawa Barat berkomitmen pada prinsip tersebut,” kata Sugeng.
Menurut Sugeng, PLN memiliki tanggung jawab menyediakan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat. Namun tanggung jawab tersebut, kata dia, harus berjalan seiring dengan komitmen kuat terhadap keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan.
“Di atas kewajiban melayani masyarakat, kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, termasuk keselamatan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya menutup sambutan.**







