Pengurus PDGI Jawa Barat Periode 2025–2030 Resmi Dilantik Bersama 24 Cabang Kota/Kabupaten

Bandung – Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Barat periode 2025–2030 bersama 24 Ketua Cabang PDGI kabupaten/kota se-Jawa Barat resmi dilantik pada Jumat (13/2/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, dan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya masa bakti kepengurusan lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan drg. Rahmat Juliadi, M.H.Kes., yang kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua Pengurus Wilayah PDGI Jawa Barat.
Dalam sambutannya, drg. Rahmat menegaskan pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal komitmen organisasi dalam menghadapi tantangan profesi yang semakin kompleks.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal komitmen kami untuk menghadapi tantangan organisasi profesi yang semakin besar, terlebih setelah disahkannya Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Peran organisasi profesi harus semakin adaptif, profesional, dan kolaboratif,” ujar drg. Rahmat.
Ia menjelaskan, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia menghadapi beban permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang tinggi. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Jawa Barat mencapai 63,4 persen, lebih tinggi dibanding angka nasional sebesar 56,9 persen.
Dengan jumlah penduduk sekitar 51 juta jiwa, ia memperkirakan lebih dari 32 juta warga Jawa Barat mengalami permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Namun, hanya sekitar 11 persen masyarakat yang berobat ke dokter gigi.
“Rendahnya angka kunjungan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses fasilitas pelayanan kesehatan gigi, rasa takut terhadap perawatan, hingga faktor biaya yang dianggap relatif mahal,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan masyarakat.
“Kondisi ini tentu tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan peran dan kolaborasi semua stakeholder. PDGI Jawa Barat siap bekerja keras, bersinergi, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat,” tegasnya.
Pelantikan yang digelar di Hotel Savoy Homan tersebut memiliki nilai historis bagi organisasi profesi dokter gigi. Di lokasi yang sama, tepat 76 tahun lalu, pada 22 Januari 1950, PDGI didirikan. Momentum itu menjadi pengingat perjalanan panjang dan pengabdian PDGI dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Jawa Barat yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, pimpinan DPRD Jawa Barat, Kabiddokkes Polda Jawa Barat, Kakesdam III/Siliwangi, para ketua organisasi profesi kesehatan se-Jawa Barat, para dekan Fakultas Kedokteran Gigi di Jawa Barat, yakni FKG Unpad, FKG Unjani, FKG Maranatha, dan FKG UMEDS Bekasi, serta para tamu undangan lainnya.
Bersamaan dengan pelantikan pengurus wilayah, drg. Rahmat Juliadi juga melantik 24 Ketua Cabang PDGI kabupaten/kota se-Jawa Barat. Usai prosesi pelantikan, seluruh pengurus wilayah dan ketua cabang mengucapkan ikrar untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi kode etik dan martabat profesi dokter gigi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelantikan ini menjadi simbol semangat baru dan komitmen bersama PDGI Jawa Barat untuk menghadirkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Barat dalam lima tahun mendatang.





