
FAJARNUSANTARA.COM- Peresmian simbol Maung Lodaya di halaman Polsek Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, berlangsung khidmat. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, dan dihadiri sejumlah tokoh politik serta masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Partai Golkar, Asep Kurnia dan Lady Puspita; dari PDI Perjuangan, Cucu Verawati; serta dari PKS, Dr. Iwan Nugraha.
Selain itu, jajaran Forkopimcam Cimanggung, MUI Kecamatan Cimanggung, dan para tokoh agama turut menyaksikan prosesi peresmian.
Kapolres Sumedang AKBP. Sandiyyo Mahardika menyampaikan bahwa patung Maung Lodaya menjadi simbol kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bersilaturahmi dan berkumpul bersama dengan Kapolsek Cimanggung serta para anggota dewan. Patung Lodaya ini tidak hanya menjadi hiasan, tapi juga simbol persatuan dan kebersamaan antara polisi dan warga,” ujar Sandiyyo.
Ia menjelaskan, proses pembuatan patung tersebut melibatkan anggota Polsek Cimanggung dan masyarakat sekitar. Rabu 29 Oktober 2025.
“Patung ini dikerjakan bersama-sama, ada warga yang bantu ngaduk semen, ada yang ikut dalam proses pembuatannya. Jadi ini hasil gotong royong,” katanya.
Sandiyyo juga mengapresiasi dukungan dari Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang yang turut mendampingi Polsek Cimanggung dalam proses pembangunan simbol tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, terutama rekan-rekan dari DPRD dan masyarakat yang ikut berpartisipasi,” tutur Kapolres.
Menurutnya, keberadaan simbol Maung Lodaya di Polsek Cimanggung diharapkan dapat mempererat hubungan polisi dan masyarakat, serta menjadi pengingat akan semangat pengabdian yang tulus.**







