
FAJARNUSANTARA.COM,-SUMEDANG,- Wanita adalah tiang Negara, karena tugas wanita berat,? Ya, karena negara adalah taruhannya. Sebab dari wanita lah lahir para pemimpin dan peberus bangsa dimasa yang akan datang. Senin 19 Desember 2022.
Focus Group Discusion (FGD) empat pilar wawasan kebangsaan bagi pegiat perempuan di Kabupaten Sumedang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.Ridwan Solichin di Desa Jatimulya Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang.
Dalam hal ini Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti tugas wanita yang sangat berat, kita liat sejarah Raden Ajeng Kartini, telah memberikan sebuah kesadaran yang mendalam terutama kepada wanita yang ada di Indonesia mengenai pentingnya peran dari wanita dalam hal membangun dan memajukan bangsa.
Seorang tokoh politik Perempuan yang kifrahnya sudah tidak diragukan lagi ybg turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa dan Negara, jadi jelas sekali jika “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya” (Hadist).
Selanjutnya Kang Rinso sapaan akrab sehari-harinya dalam hal berpolitik dan itu sangat familiar sekali, ia menuturkan, Di alam merdeka saat ini, partisipasi dari perempuan dalam mewujudkan peradaban bangsa Indonesia sudah menjalar luas tanpa adanya hambatan dari pihak manapun.
“Negara sudah memberikan kesempatan yang sama (kesetaraan) dengan laki- laki untuk menempuh pendidikan dan berkiprah di semua bidang (pendidikan, ekonomi, kebudayaan, sosial, dll) tanpa adanya diskriminasi,” tandas Kang Rinso.
Kendati demikian Kata Kang Rinso, peran perempuan Indonesia saat ini tidak diragukan lagi, telah banyak prestasi yang diukir oleh Perempuan- perempuan di berbagai bidang, baik di bidang politik, sosial, budaya, keamanan, ilmu pengetahuan maupun teknologi dan pertahanan dan juga pemberdayaan terhadap perempuan.
“Begitupun dalam bidang politik telah diperkuat juga dalam Undang- Undang Nomor 2 tahun 2011 Tentang Partai Politik yang mewajibkan keterwakilan,” tegas Kang Rinso ketika memaparkan pentingnya peran perempuan dalam perpolitikan tanah air.
Dikatakannya, Allah juga telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa kedudukan antara laki-laki dan perempuan sama, keduanya mendapat perlakuan yang sama sesuai batas kemampuan dan kodrat masing-masing.
“Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. AnNisa [4]: 124).
Adanya laki-laki dan perempuan diciptakan tak sama, bukan dalam rangka siapa yang paling istimewa, namun bertujuan agar kelestarian keturunan manusia tetap terjaga sesuai fitrahnya.
Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling beriringan bukan bertentangan. Saling melengkapi kekurangan, bukan menjadi jurang perbedaan







