
FAJARNUSANTARA.COM.- H.Ridwan Solichin.SIP Politisi Muda Partai PKS yang eksistensi dalam dunia perpolitikan di Jawa Barat sudah tidak diragukan lagi, siapa yang tidak kenal Kang Rinso, Sapaan Akrab sehari-harinya, sekarang menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Isu Nasional tentang kenaikan harga BBM bersubsidi, aksi -aksi dari berbagai daerah yang terus bergulir menjadi sorotan serius kang H. Ridwan Solichin, SIP, MSi., Pergerakan Kader militanisme PKS terus bergerak menyuarakan penolakan diberbagai wilayah, kompak satu suara.
Kang Rinso menuturkan, yang pertama Partai Keadilan Sejahtera dari bawah sampai tingkat atas sudah jelas sekali menolak keras pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar, sikap penolakan PKS, Karena jelas sekali jika saat ini masyarakat kita masih dalam proses pemulihan pasca pandemi Covid-19 melanda.
“Kita semua tahu sendiri kondisi perekonomian masyarakat saat ini masih belum pulih benar. Jika ditambah dengan BBM bersubsidi naik sepertinya masyarakat belum cukup kuat untuk bangkit dari terpaan pandemi Covid-19,” tandas Kang Rinso.
Legislator muda PKS Jawa Barat dari Dapil Jabar XI (Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang) ini meyakini kenaikan BBM bersubsidi bisa dipastikan dampaknya tingkat inflasi akan semakin besar.
“Menurut para pengamat ekonomi jika harga BBM bersubsidi dinaikan maka inflasi akan mencapai di angka 4,94 persen dan ini angka inflasi tertinggi sejak Oktober 2015 silam,” ungkapnya.
Ketika inflasi semakin melambung tinggi maka praktis daya beli masyarakat akan menurun.
“Menurut data angka inflasi untuk makanan di 11 persen dipastikan semakin mempersulit ekonomi masyarakat. Padahal menurut Bank Indonesia seharusnya angka inflasi paling tinggi hanya sampai angka 5-6 persen saja,” urainya.
Kang RinSo mengungkapkan, terhitung sejak Juni 2022 harga minyak terus mengalami penurunan dari USS 140 per barel menjadi USS 90 per barel per Agustus 2022 ini. Dari kondisi tersebut sebetulanya pemerintah tidak perlu menaikan harga BBM bersubsidi di saat harga minyak dunia yang mengalami penurunan.
Kami rasa agak janggal juga kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi ini di tengah harga minyak dunia yang turun. Di satu sisi pemerintah malah menurunkan BBM non subsidi,” tandasnya.







