Kampung Gelasan Sumedang Bangkitkan Ekonomi Warga Lewat Benang Layangan

FAJARNUSANTARA.COM – Kampung Gelasan di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, menjadi pusat produksi benang gelasan yang kini menggeliat dan menggerakkan ekonomi warga. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengapresiasi perkembangan sektor kerajinan ini saat berkunjung ke lokasi, Rabu, 30 Juli 2025.
“Ada 76 pengrajin yang aktif di sini dan mereka terus berkembang. Alhamdulillah, saat ini kebutuhan pertalite sebagai bahan bakar sudah difasilitasi oleh Pemda dengan rekomendasi ke Pertamina. Ini sangat membantu produktivitas mereka,” kata Dony.
Dalam kunjungannya, Bupati tidak hanya menyoroti sisi ekonomi. Ia juga memuji kepedulian sosial para pengrajin yang memasang imbauan keselamatan agar masyarakat tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik atau jalan raya.
Selain itu, Bupati Dony menyambut positif pembentukan asosiasi pengrajin yang mempermudah koordinasi, pertukaran informasi, hingga pemasaran produk. Gelasan buatan warga Kutamandiri bahkan sudah menembus pasar luar daerah, dari Sumatera hingga Sulawesi.
“Ini sangat potensial. Lebih dari 500 warga terlibat langsung dalam proses produksi. Tentu ini menjadi motor penggerak ekonomi yang harus terus difasilitasi,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala modal, Dony langsung menginstruksikan agar para pengrajin mengakses Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) melalui Bank Sumedang. Ia menjanjikan pihak bank akan turun langsung ke lapangan untuk sosialisasi.
Ketua Asosiasi Pengrajin Gelasan Kutamandiri, Nandang Suryana, menyebut tren permintaan produk gelasan meningkat tajam, terutama sejak anak-anak kembali aktif bermain di luar rumah.
“Alhamdulillah, sekarang cuaca mendukung dan permintaan naik tajam. Pengiriman sudah ke berbagai daerah di Indonesia. Harapannya ke depan, saat musim hujan pun produksi bisa tetap jalan, terutama dengan dukungan modal dari Bank Sumedang,” ujar Nandang.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga, Kampung Gelasan kini menjelma sebagai salah satu sentra ekonomi kreatif di Sumedang yang tak hanya produktif, tapi juga peduli terhadap keselamatan dan keberlanjutan usaha.**







