
FAJARNUSANTARA.COM- Sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang diterjang Gempa yang berkekuatan 4.8 Magnetudo yang menimbulkan Kepanikan warga dan berhamburan keluar rumah karena genting rumah berjatuhan dan dinding rumah banyak yang retak-retak. Senin 1 Januari 2023.
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman, bersama unsur Forkopimda, melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sumedang pada Minggu malam, (31/12/2021).

Gempa tersebut tercatat oleh BMKG pada malam tahun baru, pukul 20.34, 31 Desember 2023. Gempa ini dipicu oleh dua gempa bumi awal dengan kekuatan M 4.1 pada pukul 14.35 WIB dan M 3.4 pada pukul 15.38 WIB.
PJ. Bupati Sumedang Herman mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan. Ada dua area terdampak, pertama RSU Sumedang dan Pakuwon. Kedua, area pemukiman seperti Babakan Hurip, Tegalsari, Cipameungpeuk, dan Cimalaka.
“Dari hasil pengecekan, terdapat tiga bangunan retak di RSUD, yakni Paviliun, VIP, dan Sakura, semua pasien dievakuasi, sebanyak 248 pasien rawat inap dan 83 pasien di IGD ditempatkan di 5 tenda,” ujarnya.
Herman menekankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. “Evakuasi harus memperhatikan keselamatan pasien, terutama yang kritis dan anak-anak. Kondisi saat ini terkendali, tapi tetap waspada.
“Meski RS Pakuwon tidak terdampak, semua pasien dievakuasi sebagai langkah antisipasi,” katanya.
Dikatakannya, BPBD melakukan asesmen untuk memastikan keadaan bangunan baik sebelum memulangkan pasien ke ruangannya masing-masing.
Herman menegaskan, Prioritas kami adalah keamanan dan keselamatan pasien. BPBD menyimpulkan ketiga bangunan di RSUD sangat riskan, kita menunggu ahli bangunan untuk evaluasi lebih lanjut.
Dalam area pemukiman, terutama Babakan Hurip, Kelurahan Kotakaler, Sumedang Utara, sekitar 53 rumah mengalami keretakan.
“Warga dievakuasi dan BPBD melakukan asesmen rumah-rumah yang berisiko,” ungkap Herman.
Pj Bupati Herman mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Pastikan informasi resmi berasal dari BMKG dan Forkopimda melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi,” katanya.***







