BudayaDaerahKomunitas

Filosofi Kuat di Balik Motif Batik Sumedang, Inspirasi Tak Lekang Zaman

FAJARNUSANTARA.COM- Batik Sumedang yang memiliki nilai budaya tinggi terus berinovasi di tengah arus modernisasi. Berbagai upaya dilakukan oleh para pengrajin untuk melestarikan seni batik khas Sumedang agar tetap dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda.

Yayu Sri Rahayu, pemilik Batik Rahayu yang terletak di Kelurahan Regol Kecamatan Sumedang Selatan, adalah salah satu pengrajin yang terus berkomitmen dalam menjaga eksistensi batik Sumedang. Menurutnya, setiap motif batik Sumedang memiliki filosofi mendalam, seperti motif Lingga Buana yang terinspirasi dari peninggalan sejarah Sumedang.

“Motif ini melambangkan harapan agar Sumedang menjadi pusat perhatian dan inspirasi bagi daerah-daerah lain,” ungkap Yayu saat ditemui di galeri batiknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri batik di Sumedang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dukungan dari pemerintah daerah, melalui Bidang Ekonomi dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKMPP), turut membantu dalam memperluas pasar batik Sumedang.

Baca Juga :  Pemindahan Pedagang Pasar Cimalaka Diminta Ditunda

“Kami sering diikutsertakan dalam berbagai pameran dan event, baik di tingkat lokal maupun nasional, yang sangat membantu memperkenalkan batik Sumedang ke khalayak yang lebih luas,” ujar Yayu.

Namun, Yayu juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi para pengrajin adalah kapasitas produksi yang terbatas. Batik tradisional Sumedang masih dibuat secara manual, berbeda dengan produk tekstil modern yang diproduksi menggunakan mesin. Meski demikian, batik tradisional memiliki keunggulan tersendiri.

“Setiap motif batik memiliki nilai filosofis dan mengangkat kearifan lokal. Inilah yang membedakan batik tradisional dengan tekstil modern,” jelasnya.

Baca Juga :  Sumedang Borong Tiga Penghargaan Paritrana Award 2024, Disebut Jadi Daerah Paling Progresif di Jabar

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Yayu dan para pengrajin lainnya gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang keunikan dan keunggulan batik tradisional Sumedang. Mereka berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai produk lokal ini.

“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa batik tradisional bukan hanya soal keindahan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi,” tambahnya.

Yayu juga mengapresiasi peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan batik di Sumedang. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), para pengrajin batik mendapat banyak kesempatan untuk terlibat dalam event besar, serta didukung dalam proses perizinan usaha.

Baca Juga :  Satpol PP Andalkan DBHCHT Rp2,15 Miliar untuk Pengawasan Rokok Ilegal

“Dukungan dari pemerintah sangat membantu kami dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” ujarnya.

Ke depan, Yayu berharap agar batik Sumedang terus mendapatkan dukungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Ia optimis bahwa batik Sumedang akan tetap eksis dan bahkan bisa bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin masyarakat Sumedang bangga memakai batik khas daerahnya sendiri, sehingga batik Sumedang bisa dikenal luas, tidak hanya di lokal, tetapi juga nasional,” tutup Yayu.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan dan dukungan yang terus mengalir, para pengrajin batik Sumedang optimis bahwa seni batik ini akan tetap menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button