DaerahPemerintahan

Emil Sebut Pangandaran Tak Patuh Pakai Masker, Tasikmalaya Tak Patuh Jaga Jarak

FAJARNUSANTARA.COM, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, Kabupaten Pangandaran jadi daerah paling tidak patuh memakai masker. Sementara untuk yang tidak patuh akan menjaga jarak, merupakan Kota Tasikmalaya.

Hal itu, Emil -sapaan akrab- Ridwan Kamil sampaikan sesuai menghadiri rapat Satgas Penanggulangan Covid-19 Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (25/1/2021). Dirinya, kembali mengumumkan tingkat kepatuhan penerapan protokol kesehatan di 27 kota kabupaten yang ada di Jabar.

“Minggu ini wilayah yang paling tidak patuh memakai masker Kabupaten Pangandaran. Hanya 65 persen. Kemudian yang paling tidak patuh menjaga jarak adalah Kota Tasikmalaya di 63 persen,” ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga :  Krisis Energi Mengancam! ASN Sumedang Diminta Hemat Total

Sementara itu, lanjut Emil, Kota Bandung menjadi daerah paling patuh dalam memakai masker. Kemudian untuk kategori menjaga jaraknya, Kabupaten Bandung jadi daerah paling patuh.

“Minggu ini wilayah yang paling patuh memakai masker 91 persen adalah Kota Bandung. Dan Yang paling patuh menjaga jarak ada di Kabupaten Bandung 89 persen,” lanjutnya.

Baca Juga :  Krisis Energi Mengancam! ASN Sumedang Diminta Hemat Total

Kemudian untuk level provinsi, kata Emil, 80 persen masyarakat Jabar sudah menerapkan protokol kesehatan. Baik itu dalam memakai masker maupun dalam menjaga jarak.

“Rakyat Jabar dilaporkan menaati protokol kesehatan itu 80 persen. Itu dari yang disurvei di 27 kota kabupaten. Mudah-mudahan membaik, minggu lalu itu naik turun diangka 50-an persen,” tuturnya.

Dijelskan Emil, survei kepatuhan itu merupakan hasil survei oleh anggota Polri, TNI dan Satpol PP. Petugas, mendatangi ruang publik seperti pasar, jalanan dan taman. Hasil pantauan itu, dilaporkan melalui sebuah aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 yang dibuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementrian Kesehatan.

Baca Juga :  Krisis Energi Mengancam! ASN Sumedang Diminta Hemat Total

“Mungkin tidak semua kepala daerah paham. BNPB dan Kemenkes punya aplikasi pelaporan untuk kedisiplinan. Aplikasi itu dilakukan Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP. Ruang publik, jalan, pasar, taman itu didatangi kemudian menghitung titik-titik itu secara digital yang dilengkapi dengan foto. Metodenya itu, nanti diakumulasi total selama seminggu keluarlah persentase,” tukasnya. (**)

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Fajar Nusantara Online (FNO). PT. FNO telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mahjong Wins 3 Dan Pengalaman Online Yang Sering Dibahas Mahjong Ways Kembali Muncul Di Percakapan Pengguna Platform Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Ringan Yang Lagi Ramai Mahjong Ways Menjadi Bagian Dari Tren Komunitas Modern Mahjong Wins 3 Kembali Jadi Bahan Diskusi Media Online Mahjong Ways Dan Fenomena Pemain Platform Digital Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Yang Sering Muncul Online Pemain Online Kembali Menyoroti Pola Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Obrolan Ringan Komunitas Digital Mahjong Ways Kembali Menarik Rasa Penasaran Pengguna Online Mahjong Wins 3 Menjadi Sorotan Pengguna Media Sosial Mahjong Ways Dan Topik Platform Online Yang Semakin Aktif Mahjong Ways Dan Gaya Baru Komunitas Pemain Online Mahjong Wins 3 Kembali Menjadi Topik Ringan Media Digital Pengguna Platform Online Menyoroti Keunikan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Komunitas Yang Terus Bertambah Mahjong Ways Kembali Jadi Percakapan Harian Pemain Mahjong Wins 3 Menjadi Bagian Dari Fenomena Online Modern Mahjong Ways Dibicarakan Karena Ciri Khas Visualnya Mahjong Wins 3 Kembali Muncul Di Forum Komunitas Digital