NasionalPemerintahan

Emil Sebut Irjen Pol Rudy Sufahriadi Merupakan Relawan Vaksin Covid-19 Tanpa Diminta

FAJARNUSANTARA.COM, BANDUNG – Adanya dua Kapolda yang dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam penegakkan protokol kesehatan covid-19, masih menjadi perhatian publik. Salahsatunya, Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Mengenai pencopotan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pun ikut memberi komentar. Emil –sapaan akrab- Ridwan Kamil menyebutkan, bahwa kiprah Irjen Pol Rudy Sufahriadi sangat baik saat berada di Polda Jawa Barat. Emil juga mengapresiasi atas dedikasinya selama menangani Covid-19 di Jawa Barat.

Baca Juga :  Polres Sumedang Gelar Gebyar Vaksin Covid-19 Presisi di Jatinangor Town Square

Bahkan menurut Emil, Irjen Rudy merupakan relawan vaksin covid-19 tanpa diminta. Dan menurutnya, Rudy merupakan sosok yang punya dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas, khususnya dalam berjuang melawan pandemi di Jawa Barat.

“Bagi saya pribadi, kinerjanya eksepsional lah, luar biasa ya. Maka dari itu, saya mengucapkan terima kasih karena selama proses mengendalikan Covid dari Maret sampai hari ini,” ujar  Emil usai acara West Java Investment Summit di Hotel Savoy Homan, kota Bandung, Selasa (17/11) malam.

Baca Juga :  Ibu Hamil Korban Penodongan dalam Angkot di Tanjungsari Meninggal Dunia

“Dengan semangat solidaritas, beliau menjadi relawan Covid tanpa diminta. Tadinya kan hanya saya saja. Saya menyaksikan sendiri dedikasi dari sisi waktu, mengendalikan demo juga pada saat situasi sulit. Sosok Pak Rudy saya apresiasi luar biasa,” ungkapnya.

Kendati demikian, Emil pun memaklumi soal adanya pergeseran posisi di institusi Polri yang sudah menjadi sebuah keniscayaan.

“Saya kira itu diperlukan, karena dinamika tidak bisa dihindari. Saya memahami ada pergeseran di institusi,” tuturnya.

Baca Juga :  Tegas, PKS Menolak Kenaikan Harga BBM Karena Masih Proses Pemulihan Dampak Covid-19

Seperti diketahui, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dicopot dari jabatannya pada Senin (16/11). Pencopotan itu beralasan, dengan adanya kelalaian dari adanya kerumunan massa belakangan ini di daerah Jakarta dan Jawa Barat. Yang mana, kerumunan itu melibatkan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. (**)

Selengkapnya
Back to top button