ArtikelDaerahKomunitas

Ekspedisi Trilogi Khatulistiwa, Jejak Pejuang di Tanah Maluku, Yogyakarta, dan Banten

FAJARNUSANTARA.COM- Ekspedisi Trilogi Khatulistiwa berhasil menggabungkan semangat dan tekad 18 anggota Mahatva dari tiga wilayah Indonesia. Dengan fokus pada operasi dan penelitian, para ekspeditor menaklukkan rintangan alam dan menjalankan kajian etnobotani tanaman obat.

Ekspedisi ini diikuti oleh 18 orang yang tergabung dalam tiga tim, yakni Tim Maluku, Tim Yogyakarta, dan Tim Banten. Mereka terdiri dari delapan orang anggota biasa dari Maluku, lima orang anggota muda dari Yogyakarta, dan lima orang lagi dari Banten.

Misi utama ekspedisi ini terbagi menjadi dua kegiatan besar: operasi lapangan dan kajian penelitian. Jum’at 11 Oktober 2024.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Sampaikan Duka atas Longsor Proyek Mini Soccer Cisempur

Ekspedisi kali ini merupakan ekspedisi hebat yang dilakukan oleh orang-orang hebat. Total ekspeditor dari ketiga wilayah Indonesia berjumlah 18 orang yang merupakan anggota Mahatva.

Mereka terdiri dari delapan orang Tim anggota biasa wilayah Maluku, lima orang Tim 1 anggota muda wilayah Yogyakarta dan lima orang Tim 2 anggota muda wilayah Banten.

Tekad dan semangat Pejuang Sejati yang melekat pada diri mereka mampu menaklukkan segala rintangan dalam Ekspedisi Trilogi Khatulistiwa ini,” ungkap Kang Ian.

Di wilayah Maluku, tim ini menjalankan operasi penaklukan Tebing Hatupia di Negeri Saleman, Pulau Seram. Persiapan fisik dan mental yang dilakukan berbulan-bulan terbukti membuahkan hasil.

Baca Juga :  Identitas Mayat di Depan ITB Jatinangor Terungkap

“Menaklukkan Tebing Hatupia terasa seperti menyatu dengan alam yang begitu agung dan megah,” ujar Kang Ian dengan bangga. Selain melakukan operasi, tim juga fokus pada pengumpulan data etnobotani, mengkaji potensi tanaman obat di wilayah adat tersebut.

Tim 1 dari Yogyakarta berhasil menaklukkan tebing ikonik di Pantai Siung. Dengan semangat yang luar biasa, mereka menghadapi tantangan alam yang tidak mudah.

“Pemandangan pantai siung yang indah terlihat dari atas tebing cukup terbayarkan dengan kelelahan yang kami rasakan selama proses persiapan,” kata Kang Alfin, salah satu anggota tim. Operasi pemanjatan ini menjadi simbol keberanian dan kekompakan tim.

Baca Juga :  Wamendagri Akhmad Wiyagus Tegas: Tak Ada Tempat bagi Kekerasan di IPDN

Bergerak di sepanjang garis pantai, Tim 2 dari Banten melakukan Susur Pantai Banten sepanjang 55 km. Dengan fisik yang sudah dilatih selama berbulan-bulan, mereka menaklukkan tantangan laut dan daratan.

“Pantai yang terbentang luas telah menjadi saksi bisu atas semangat dan kebersamaan tim kami,” ujar Ceu Vani, ketua tim, saat ditemui setelah operasi usai.

Ekspedisi Trilogi Khatulistiwa tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan fisik, tetapi juga sebagai wadah untuk memperdalam ilmu pengetahuan melalui penelitian etnobotani.(Artikel Vio)**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button