Pemkab Sumedang Gelar Refleksi dan Resolusi Pembangunan 2025–2026, Bupati Tekankan Dampak Nyata
FAJARNUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Refleksi dan Resolusi Pembangunan Tahun 2025–2026 untuk meninjau capaian pembangunan sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan. Kegiatan ini menegaskan bahwa evaluasi pembangunan tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Refleksi dan Resolusi Pembangunan Tahun 2025–2026 di Aula Tampomas, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini mengusung tagline
“Sumedang Membumi” yang bermakna Terlihat, Teraba, dan Terasa sebagai penegasan orientasi pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga.
Sejumlah capaian pembangunan berhasil diraih sepanjang 2025. Angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang tercatat turun dari 9,09 persen menjadi 8,81 persen. Sementara tingkat pengangguran menurun dari 6,13 persen menjadi 6,08 persen.
Program unggulan di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan juga terus dijalankan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa kegiatan refleksi dan resolusi pembangunan harus menghasilkan perubahan nyata.
“Refleksi dan resolusi ini tidak boleh seremonial. Harus berdampak, bermanfaat, dan bermakna bagi masyarakat,” kata Dony.
Menurut dia, refleksi harus diikuti dengan evaluasi yang jelas terhadap capaian dan kekurangan pembangunan.
“Setelah reflektif, harus ada evaluasi yang jelas. Apa capaiannya, apa kekurangannya, langsung kita perbaiki,” ujarnya.
Dony menjelaskan bahwa resolusi pembangunan menjadi upaya menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan.
“Arti penting keberadaan kita dalam kegiatan ini adalah menyamakan frekuensi untuk pembangunan Sumedang,” kata dia.
Dalam forum tersebut, Bupati memaparkan logical framework pembangunan yang harus diuraikan oleh setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sebagai pedoman penyusunan program dan kebijakan.
Ia menekankan dua pendekatan perencanaan, yakni berbasis permasalahan dan pendekatan start from the end dengan menentukan tujuan akhir secara jelas.
“Saya ingin kita punya visi dan target yang jelas. Misalnya, tahun 2027 masalah jalan di Kabupaten Sumedang harus beres. Target seperti ini yang harus kita pegang,” ujar Dony.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah mampu mengolah potensi yang dimiliki untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan, selaras dengan visi dan misi Kabupaten Sumedang.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumedang, Sajdiin, mengatakan refleksi pembangunan dilakukan sebagai dasar perencanaan strategis tahun 2026.
“Refleksi ini menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan ke depan, sekaligus sebagai resolusi untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sajdiin berharap kegiatan tersebut menjadi pijakan bersama untuk mendorong pembangunan Sumedang yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini menjadi pijakan kita bersama untuk pembangunan masa depan Sumedang yang lebih baik,” kata dia.**







