
FAJARNUSANTARA.COM- Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PKB, Herman Habibullah, menegaskan pentingnya menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai gerakan budaya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, bukan sekadar lomba seremonial.
Pernyataan itu disampaikan Herman saat menghadiri MTQ tingkat Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai dusun, dengan cabang lomba seperti Tilawah, Tahfidz, dan Da’i Cilik.
“Budaya membaca Al-Qur’an harus terus ditanamkan sejak dini. Tapi tidak cukup hanya dibaca, Al-Qur’an juga harus dicintai, dan yang paling penting: diamalkan,” ujar Herman di lokasi kegiatan.
Menurutnya, MTQ harus menjadi sarana membangun masyarakat Qur’ani, yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dasar hidup sehari-hari.
“Budaya hidup jujur, adil, penuh kasih sayang, dan bertanggung jawab sosial, itulah wujud nyata pengamalan Al-Qur’an,” katanya.
Herman juga menekankan bahwa peran keluarga, lembaga pendidikan, hingga ruang publik sangat penting dalam membentuk budaya Qur’ani yang kuat. Ia menyebut Fraksi PKB DPRD Sumedang berkomitmen mendukung program-program keumatan.
“Kami terus mendorong program pembinaan generasi Qur’ani, termasuk pendidikan agama, beasiswa santri, dan penguatan lembaga-lembaga Al-Qur’an,” ujar Herman.
MTQ Desa Hegarmanah, kata Herman, bukan hanya ajang perlombaan, melainkan juga ruang silaturahmi dan pembinaan nilai keislaman, khususnya di kalangan generasi muda. Ia berharap semangat Qur’ani terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, tidak hanya saat MTQ berlangsung.**







