

Anggota Komisi IV DPRD Sumedang untuk Daerah Pemilihan Sumedang I (Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Ganeas) , Dadang Sopian Syauri, yang membidangi masalah Tata Ruang menyoroti terkait perizinan dikawasan wisata Desa Citengah.
Menurutnya, sesuai Rencana Detail Tata Ruang, Desa Citengah merupakan kawasan hijau pertanian dan perkebunan. Adapun di area itu berdiri bangunan, apalagi untuk kepentingan bisnis harus menempuh ijin yang panjang, terutama Dokumen AMDAL dan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
Apalagi menurutnya, sungai Cihonje yang menjadi tempat meluapnya air sehingga mengakibatkan banjir dan menelan korban jiwa pada kemarin sore, Rabu (4/5), merupakan sungai yang masuk kedalam Rencana Sistem Jaringan Air Baku menurut Perda Nomor 4 Tahun 2018 Pasal 19 Ayat 4.
Air Baku sendiri kata Dadang, adalah air yang dipergunakan sebagai bahan pokok untuk diolah menjadi air minum. Tapi pada faktanya, menurut Dadang, di daerah aliran sungai Cihonje malah dijadikan tempat wisata sehingga hal itu bisa mengganggu resapan air dan kejernihan air. Untuk itu dirinya meminta pihak terkait untuk melakukan pengkajian ulang terkait ijin di wilayah tersebut.
“Ijin pemanfaatan ruang di Desa Citengah harus di tinjau kembali untuk semua supaya adanya pengendalian sehingga terwujudnya tertib tata ruang,” tutur Dadang kepada fajarnusantara.com melalui pesan singkat, Kamis (5/5).