NasionalPendidikan

Data Terbaru, Hanya 4 Persen Sekolah Laksanakan PTM Terbatas

FAJARNUSANTARA.COM, JAKARTA – Rencana Kemendikbudristek membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tahun ajaran baru 2021-2022, terpaksa ditunda akibat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan, situasi saat ini berubah dengan cepat. Dimana sbelumnya, Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam konferensi pers SKB 4 Menteri, sempat menyatakan bahwa ada 35 persen daerah telah melaksanakan PTM terbatas.

Hanya saja setelah pemerintah pusat menarik rem darurat akibat lonjakan kasus Covid-19, kini hanya sekitar 4 persen sekolah yang melaksanakan PTM terbatas.

“(35 persen PTM) sebelum PPKM Darurat, sekarang sudah berubah lagi. Hanya 4 persen yang bisa PTM. Kita mengikuti regulasi pemerintah,” ujar Jumeri di dialog FMB9, seperti dikuip dari Tribunnews.com, Kamis (22/7/2021).

Disebutkan Jumeri, strategi Kemendikbudristek mendorong PTM Terbatas, mulanya didasari karena kesenjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Utamanya, antara satu daerah dan daerah lainnya sangat nyata. Bahkan pihaknya juga telah menyiapkan strategi PJJ dengan matang. Seperti melatih para guru hingga menyediakan kuota belajar.

Pihaknya juga menyadari, bila terus menerus PJJ, dikhawatirkan hanya sekelompok masyarakat yang memiliki akses baik, yang akan mendapatkan kesempatan belajar dengan baik. Sedangkan kelompok yang lainnya yang kurang mendapatkan akses, kurang mendapatkan kesempatan pembelajaran dengan baik.

“Dari survey kami, kira-kira hanya 30 persen murid kita yang dapat melakukan pembelajaran daring dengan interaktif, yang lainnya masih belum,” ujarnya.  

Disebutkannya, hak anak untuk sehat dan mendapatkan pendidikan, tidak boleh diabaikan dalam situasi apapun. Sebab dengan anak yang sehat dan terdidik, masa depannya akan menjadi lebih baik. (**)

Back to top button