Dahlan Iskan Apresiasi Transformasi Digital Birokrasi Sumedang
FAJARNUSANTARA.COM— Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia periode 2011–2014, Dahlan Iskan, mengapresiasi sistem tata kelola pemerintahan Kabupaten Sumedang yang dinilainya inovatif, transparan, dan berbasis digital. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Command Center Sumedang, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Dahlan, reformasi birokrasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang di bawah kepemimpinan Dony Ahmad Munir menjadi contoh positif bagi daerah lain.
Dalam kunjungannya, Dahlan Iskan menilai kualitas birokrasi menjadi faktor utama dalam menentukan jalannya pemerintahan. Ia menyebut birokrasi yang sehat akan menghasilkan pelayanan publik yang baik, sedangkan birokrasi yang rusak akan berdampak pada keseluruhan sistem pemerintahan.
“Pemerintahan ini jalan karena birokrasi, sehingga kalau birokrasinya rusak ya rusak. Bupati Sumedang beserta jajarannya di sini menata birokrasi menjadi lebih inovatif sehingga ini diharapkan menular,” ujar Dahlan Iskan.
Dahlan juga menyoroti keterbukaan sistem pelaporan pemerintahan di Kabupaten Sumedang. Menurutnya, transparansi yang diterapkan Pemkab Sumedang berbeda dengan pola laporan birokrasi pada umumnya karena dapat dipantau setiap hari oleh masyarakat.
“Laporan birokrasi di sini sangat terbuka. Biasanya laporan itu per tahun, tapi ini setiap hari,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan sistem menjadi hal penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Sistem yang sudah dibangun, kata dia, harus diwariskan dan terus dikembangkan agar reformasi birokrasi berjalan konsisten.
“Saya melihat bahwa mewariskan sistem itu sekarang sangat penting sekali. Apa yang dilakukan Bupati dan jajarannya akan membenahi sistem tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memaparkan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Sumedang. Ia menjelaskan pembangunan daerah dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni agama, budaya, dan teknologi.
Menurut Dony, teknologi menjadi instrumen utama dalam mempercepat pelayanan publik yang efektif dan efisien. Pemerintah Kabupaten Sumedang, kata dia, terus mendorong digitalisasi layanan agar masyarakat dapat mengakses pelayanan secara mudah dan cepat.
“Pemkab Sumedang berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik secara optimal melalui digitalisasi layanan publik,” kata Dony.
Ia menambahkan reformasi birokrasi di Sumedang dilakukan melalui transformasi menyeluruh. Saat ini, berbagai layanan pemerintahan sudah dapat diakses masyarakat melalui layanan WhatsApp WA KEPO maupun aplikasi TAHU Sumedang.
“Transparansi juga kami kedepankan. Masyarakat bisa melihat jumlah penerimaan daerah saat ini berapa, jumlah uang keluar berapa, supaya semua orang percaya,” ujarnya.***







