EkonomiNasionalPemerintahan

Belum Terima BSU Gelombang Dua? Tenang, Ini Kata Menteri Ketenagakerjaan

FAJARNUSANTARA.COM, JAKARTA – Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk gelombang kedua, hingga kini masih dalam proses penyaluran kepada rekening penerima.

Seperti dikatakan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Menurut Ida, hingga Senin (23/11, penyaluran BSU gelombang kedua itu baru terealisasi sebanyak Rp 7,1 triliun dari total Rp 13,2 triliun.

“Masih dalam proses realisasi penyaluran dari bank penyalur ke penerima program,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (25/11).

Baca Juga :  Kaum Buruh Geruduk Gedung DPRD Jabar Tuntut Keadilan Bagi Para Pekerja

Disebutkan, dari data sementara, baru sekitar 5,9 juta pekerja yang menerima BSU gelombang kedua itu. Namun begitu, target penerimanya mencapai 11 juta pekerja.

Dijelaskan Ida, rrealisasi anggaran penyaluran BSU pada gelombang pertama mencapai 98,78 persen, yaitu sebesar Rp 14,7 triliun dari total anggaran Rp 14,8 triliun. Maka dari itu, masih ada sebanyak 151.123 pekerja yang belum mendapatkan penyaluran BSU gelombang pertama.

Baca Juga :  Ternyata Ini Yang Membuat Yuli Pingsan, Saat Mengantri BLT

“Penerima gelombang pertama sebanyak 12,2 juta orang. Sisanya yang belum disalurkan sebanyak 151 ribu orang,” sebutnya.

Seperti diketahui, BSU ini merupakan bantuan langsung tunai (BLT) yang disalurkan kepada pekerja atau buruh dengan gaji kurang dari Rp 5 juta perbulannya. Nilai besaran BSU ini sebanyak Rp 600.000 yang disalurkan mulai Oktober-Desember 2020.

Bantuan itu, disalurkan secara bertahap. Pada termin I, sebesar Rp 1,2 juta pada September-Oktober 2020. Kemudian termin keduanya sebesar Rp 1,2 juta pada November-Desember 2020.

Baca Juga :  Kaum Buruh Geruduk Gedung DPRD Jabar Tuntut Keadilan Bagi Para Pekerja

Ida menambahkan,, total anggaran BSU mencapai Rp 29,76 triliun dengan target penerima 12,4 juta pekerja.

“Yang teralokasi itu anggarannya sebesar Rp 29,7 triliun dengan target 12,4 juta pekerja. Itu diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp 600.000 selama empat bulan secara bertahap,” tuturnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button