Uncategorized

Bantu Korban Gempa Cianjur, Lidzikri Pimpin Tim Gabungan Trauma Healing

FAJARNUSANTARA.COM,-CIANJUR,-Lembaga Amil Zakat (LAZ) Lidzikri, lakukan cara unik untuk membantu korban Gempa di Cianjur bersama sejumlah Komunitas untuk membantu para korban bencana dengan menggelar kegiatan trauma healing.

Kegiatan trauma healing digelar bersama komunitas mitra seperti Nuswantara Muda, Sumedang Community, Forum UMKM Nuswantara (FUN), FUN Terapis Herbalis, Perhimpunan Anak Desa Indonesia (PADI), Masyarakat Kuliner Nuswantara (MAKAN), Indonesia Disaster Adaptive, Masyarakat Zikir dan Shalawat (MAZOLAT) Pillar Jagat, Gerakan 24 Peduli, Bingkai, BKPRMI, dan UIN Sunan Gunung Djati, sukses melaksanakan serangkaian kegiatan Trauma Healing untuk Korban Gempa Bumi di Cianjur.

Menurut Ketua Tim Gabungan Giat Trauma Healing LAZ Lidzikri untuk Gempa Cianjur, dr. Ahmad Nurhadi, timnya akan lebih berfokus pada upaya pengembalian kondisi psikologis para korban gempa, agar dapat mendekati kondisinya seperti sebelum terjadinya gempa.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Genjot Infrastruktur di Penghujung 2025, Andalkan PAD untuk Pembiayaan

“Bencana alam, apalagi dengan skala massive seperti gempa Cianjur yang memberi dampak pada masyarakat satu Kabupaten, biasanya meninggalkan jejak berupa trauma psikologis dan perubahan perilaku yang menetap pada korban.” Tutur dr. Ahmed kepada Wartawan, saat memimpin giat Stress Relieve Activities untuk Korban Gempa, di 15 titik se-Kab. Cianjur, Kamis (1/12/22).

“Sejak Bencana Gempa Bumi terjadi, kami telah melakukan penggalangan dana dan bantuan yang kemudian telah kami salurkan pada hari Sabtu 26 November 2022 lalu. Penyaluran bantuan ini kami laksanakan berbarengan dengan giat assessment untuk trauma healing di 15 titik. Hasil dari Assessment tersebut, kami transformasikan dalam bentuk Pelatihan Trauma Healing untuk 150 Mahasiswa/i UIN SGD jurusan Bimbingan Konseling Islam, yang lalu kami berangkatkan pada giat Stress Relieve Activity hari ini.” Tutur dr. Ahmed.

Baca Juga :  Dibantu Pemprov, Cipacing Percepat Perbaikan Jalan Rusak

Giat ini, menurut dr. Ahmed, ditujukan untuk mengurangi beban psikologis yang dialami oleh para penyintas, yang jika dibiarkan, dapat memperlambat proses pemulihan pasca gempa, bahkan bisa juga menyebabkan kematian.

“Kami mendapat laporan bahwa di beberapa posko, ada beberapa penyintas yang meninggal karena serangan jantung. Hal ini bisa jadi dikarenakan beban psikologis pasca bencana terlalu berat dialaminya, sehingga menyebabkan kondisi fisik korban drop, dan menyebabkan kematian.” Tutur dr. Ahmed.

“Upaya stress relieve ini kami lihat cukup meringankan beban para penyintas, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalani upaya-upaya pemulihan secara holistik, dan diharapkan melancarkan proses rehabilitasi dan trauma healing secara keseluruhan kedepannya.” Lanjut dr. Ahmed.

Baca Juga :  KDM Minta Daerah di Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Kami masih akan terus menjalankan proses trauma healing bersama para relawan dan juga jajaran stakeholders. Hari ini kami juga telah melaporkan giat kami kepada Abah Soma Suparsa dan Jajaran Jabar Quick Response serta FPRB Jabar.

Kendati demikian, Insya Allah langkah berikutnya kami akan mempersiapkan giat-giat trauma healing berikutnya, termasuk menyelenggarakan Indonesia Disaster Adaptive Camp, dan melaksanakan Response Akbar untuk Trauma Healing Kabupaten Cianjur, serta Jabar Adaptasi Bencana mengantisipasi Ancaman Sesar Lembang, atau Tsunami 34 Meter sebagaimana yang diperingatkan oleh para Ahli.” Tutup dr. Ahmed.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button