Pendidikan

60.000 Calon Mahasiswa Gagal Kuliah, Darunnajah Hadirkan Solusi dengan Biaya Terjangkau

Jakarta, 7 Juli 2026 — Tingginya biaya pendidikan tinggi di Indonesia masih menjadi kendala utama bagi ribuan calon mahasiswa. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekitar 60.000 calon mahasiswa lolos seleksi nasional tetapi tidak melakukan daftar ulang pada tahun 2026, dengan faktor dominan adalah mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Di tengah kondisi tersebut, Universitas Darunnajah Jakarta hadir dengan model pendidikan berbasis wakaf produktif yang mampu menekan biaya kuliah secara signifikan. Hasil pengelolaan aset wakaf—seperti lahan, bangunan, dan unit usaha—dialokasikan untuk mensubsidi biaya operasional pendidikan, sehingga mahasiswa tidak dibebani biaya yang memberatkan.

Presiden Universitas Darunnajah, KH. Hadiyanto Arief, dalam Konferensi Internasional tentang Pesantren (ICOP) 2026 menegaskan bahwa institusi pendidikan Islam harus kembali mengambil peran terdepan dalam mengelola wakaf secara modern dan berdampak. Komitmen ini diwujudkan melalui pengelolaan lebih dari 1.200 hektare lahan wakaf yang menopang 23 kampus cabang.

Dengan model subsidi silang tersebut, Universitas Darunnajah menetapkan biaya pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat. Untuk Tahun Akademik 2026/2027, total biaya awal yang dibutuhkan mahasiswa baru hanya sebesar Rp5.739.000, mencakup seluruh komponen dari formulir pendaftaran hingga ujian semester. Bahkan, mahasiswa dapat memilih jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang memungkinkan penyelesaian program sarjana dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun.

Tersedia 10 program studi S1 di tiga fakultas, serta program pascasarjana S2 dan S3 Manajemen Pendidikan Islam dengan konsentrasi Manajemen Pesantren yang menjadi satu-satunya di Indonesia. Program ini dinilai strategis mengingat jumlah pesantren di Indonesia yang mencapai sekitar 43 ribu dan membutuhkan pengelola profesional.

Prestasi alumni turut menjadi bukti kualitas pendidikan Darunnajah. Beberapa di antaranya berhasil meraih Beasiswa LPDP 2025 dan melanjutkan studi di universitas ternama di Turki dan Australia.

Keberhasilan Universitas Darunnajah dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya terjangkau diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan pendidikan berbasis wakaf di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan akses pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa. (Abi Ghassan dan Hattan)

Damha

Suka membaca dan menulis, selalu ingin belajar lebih baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button