NasionalPendidikan

Raizal Arifin: Indonesia Butuh Keteladanan, Bukan Pertengkaran

FAJARNUSANTARA.COM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI), H. Raizal Arifin, menilai peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 memiliki makna yang lebih relevan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tengah ketidakpastian global, konflik geopolitik, tantangan ekonomi, serta derasnya arus informasi digital, Pancasila kembali hadir sebagai perekat persatuan bangsa dan titik temu seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Di sela agenda organisasi yang padat, H. Raizal Arifin menerima Tim Media PUI untuk membahas makna Hari Lahir Pancasila yang baru diperingati bangsa Indonesia. Meski beberapa kali harus menerima panggilan telepon dan memimpin rapat organisasi, ia tetap meluangkan waktu untuk berbicara mengenai arah perjalanan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.

Menurut Raizal, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni kenegaraan. Ia melihat tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa perbedaan pandangan politik, organisasi, maupun latar belakang sosial tidak boleh mengurangi komitmen terhadap Indonesia.

“Yang saya rasakan, peringatan tahun ini memiliki nuansa yang lebih kuat dalam pesan persatuan nasional. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, tantangan ekonomi, konflik geopolitik, hingga derasnya arus informasi digital yang sering memecah belah masyarakat, Pancasila kembali ditegaskan sebagai rumah bersama seluruh anak bangsa,” kata Raizal.

Baca Juga :  PUI Instruksikan Gerakan Sehari Tanpa Kendaraan Pribadi untuk Dukung Efisiensi Energi

Ia menambahkan, masyarakat mulai memahami bahwa persatuan merupakan kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan bangsa di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Raizal menegaskan bahwa umat Islam tidak perlu mempertentangkan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran agama. Menurut dia, keduanya justru memiliki banyak titik kesamaan dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis dan berkeadaban.

“Tentu ada. Umat Islam perlu memahami bahwa nilai-nilai Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan banyak nilai yang sejalan, seperti keadilan, musyawarah, kemanusiaan, persatuan, dan penghormatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Bagi PUI, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi ruang bersama yang memungkinkan seluruh warga bangsa hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadi pelopor persatuan dan tidak terjebak dalam polarisasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Selain persoalan ekonomi dan geopolitik, Raizal menyoroti tantangan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi. Menurut dia, kemudahan akses informasi membawa manfaat besar, tetapi juga dapat memunculkan perpecahan jika tidak diimbangi dengan sikap kritis dan bijaksana.

Baca Juga :  Pancasila Jadi Jangkar di Tengah Krisis Global, Erwan: Jangan Biarkan Pancasila Mati

“Kita menghadapi tantangan yang mungkin tidak dihadapi para pendiri bangsa dahulu, yaitu disrupsi informasi. Hari ini masyarakat bisa terhubung dalam hitungan detik, tetapi pada saat yang sama juga bisa terpecah karena informasi yang belum tentu benar,” katanya.

Ia menilai semangat Pancasila harus diterjemahkan ke dalam budaya tabayyun, peningkatan literasi digital, serta kedewasaan dalam menggunakan media sosial.

“Jangan sampai media sosial menjadi ruang pertengkaran yang mengikis persaudaraan kebangsaan,” ujar Raizal.

Raizal juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda Indonesia. Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa berhasil membangun Indonesia karena mampu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.

Menurut dia, semangat tersebut harus diwarisi oleh generasi muda agar bangsa Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Saya mengajak generasi muda menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, mencintai ilmu pengetahuan, aktif membangun masyarakat, serta mampu menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan,” katanya.

Baca Juga :  Dorong Kepemimpinan Visioner dan Pelopor Solusi Umat, Pemuda PUI Jabar Gelar Muswil VI

Ia menjelaskan bahwa sejarah berdirinya PUI sendiri lahir dari semangat persatuan melalui fusi Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII) dan Persatuan Ummat Islam. Nilai tersebut, menurutnya, tetap relevan hingga saat ini.

Menutup wawancara, Raizal berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya hadir dalam peringatan tahunan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, maupun ruang digital.

“Harapan saya sederhana. Jangan jadikan Pancasila hanya sebagai tema peringatan tahunan. Pancasila harus hadir dalam perilaku sehari-hari, dalam kehidupan keluarga, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan media sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak keteladanan, persatuan, dan kerja nyata dibanding sekadar slogan atau perdebatan yang tidak produktif.

“Pancasila mempersatukan bangsa, Islam menuntun akhlak, dan keduanya menjadi fondasi bagi Indonesia yang maju dan bermartabat,” kata Raizal.

Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam, PUI menyatakan akan terus berkomitmen membangun umat yang maju, memperkuat persatuan bangsa, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang berkeadaban.

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mahjong Ways Jadi Sorotan Baru Di Kalangan Pengguna Digital Komunitas Online Menemukan Sisi Menarik Dari Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Dibahas Karena Perubahan Pola Yang Tidak Biasa Pengguna Media Sosial Ramai Mengulas Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Dan Tren Baru Yang Muncul Di Forum Online Mahjong Wins 3 Menjadi Bahan Obrolan Santai Komunitas Digital Pemain Online Menyoroti Detail Visual Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Mencuri Perhatian Pengguna Internet Mahjong Ways Dan Fenomena Yang Banyak Dibicarakan Pekan Ini Cerita Ringan Komunitas Tentang Mahjong Wins 3 Yang Lagi Naik Daun Mahjong Ways Disebut Punya Daya Tarik Yang Berbeda Dari Biasanya Mahjong Wins 3 Mulai Sering Muncul Di Diskusi Pengguna Online Pengamatan Komunitas Terhadap Perkembangan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Jadi Topik Yang Banyak Dibagikan Di Grup Digital Mahjong Ways Kembali Hadir Dalam Obrolan Pemain Malam Hari Forum Komunitas Mulai Ramai Membahas Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Dan Kebiasaan Baru Pengguna Platform Hiburan Mahjong Wins 3 Menjadi Salah Satu Topik Terhangat Hari Ini Pemain Digital Membagikan Pengalaman Unik Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Yang Terlihat Semakin Meluas Mahjong Ways Menarik Perhatian Karena Gaya Bermain Yang Khas Mahjong Wins 3 Jadi Pilihan Obrolan Ringan Di Komunitas Aktivitas Online Seputar Mahjong Ways Terlihat Semakin Ramai Mahjong Wins 3 Dan Momen Kejutan Yang Sering Diceritakan Mahjong Ways Kembali Muncul Dalam Tren Digital Pekan Ini Pengguna Online Menilai Mahjong Wins 3 Punya Daya Tarik Unik Mahjong Ways Jadi Bahan Pembahasan Di Berbagai Forum Komunitas Mahjong Wins 3 Dan Perubahan Minat Pengguna Digital Fitur Tertentu Mahjong Ways Mulai Sering Dibicarakan Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Ringan Yang Sedang Populer Mahjong Ways Dan Gelombang Minat Baru Dari Komunitas Online Mahjong Wins 3 Kembali Jadi Perhatian Pemain Digital Pengguna Forum Online Mulai Mengulas Mahjong Ways Secara Rutin Mahjong Wins 3 Dan Kisah Ringan Yang Ramai Dibagikan Mahjong Ways Disebut Punya Ciri Khas Yang Mudah Dikenali Komunitas Digital Menyoroti Popularitas Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Dan Fenomena Baru Yang Menarik Diperhatikan Mahjong Wins 3 Jadi Salah Satu Topik Yang Sering Muncul Pemain Online Kembali Membahas Keunikan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Komunitas Yang Terus Bertambah