DaerahPolitik

Warga Sindanggalih Curhat ke Kang RinSo Masalah Langganan Banjir

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Permasalahan sampah yang mengakibatkan banjir di musim penghujan, masih menjadi keluhan utama masyarakat. Seperti di Kabupaten Sumedang bagian barat, meliputi Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor.

Kondisi itu, menjadi curhatan warga kepada Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H Ridwan Solichin, S.Ip, M.Si,. Hal itu, disampaikan para warga Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung disela angeda Reses I Tahun Sidang 2020-2021 yang dilakukan Kang RinSo -sapaan akrab- Ridwan Solichin.

“Kami mengeluhkan masalah sampah. Karena sampah ini yang menjadi penyebab utama masalah banjir di Sindanggalih,” kata Ade, salah seorang Kadus di Desa Sindanggalih, Rabu (11/11) lalu.

Baca Juga :  Matangkan Kawasan Industri Butom, Dony: Sumedang Bakal jadi Masa Depan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menurut Ade, banjir akibat banyaknya sampah itu kerap terjadi saat musim hujan seperti ini. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada anggota dewan provinsi ini, untuk ikut mencarikan solusinya.

“Semoga bisa dicarikan solusinya, karena ini permasalahan yang serius dan menyangkut keberlangsungan banyak kehidupan masyarakat di sini,” harapnya.

Menyikapi hal itu, Kang RinSo pun menyarankan agar dilakukan terlebih dahulu dalam penanggulangan sampahnya. Sebab dimana pun terjadinya banjir, sering kali disebabkan tumpukan sampah yang menyumbat selokan ataupun sungai sekalipun.

“Memang, masalah banjir ini harus terus dicarikan solusi yang jitu, agar setiap kali musim hujan tiba tidak terjadi banjir. Dan kebanyakan memang disebabkan oleh permasalahan sampah,” kata Sekretaris Fraksi PKS Jabar itu.

Baca Juga :  Kang RinSo Berharap School Of Influencer Menghadirkan Influencer Baru Melahirkan Konten Kebaikan

Dewan dapil Dapil XI yang meliputi Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang (SMS) itu, pun menyarankan warga agar menggunakan Rosda (reaktor sampah organik dapur). Dimana Rosda itu, merupakan alat yang dirancang untuk memisahkan sampah organik dan sampah non organik

“Kalau saya, di rumah itu pakai Rosda. Produk karya orang Tanjungsari yang bisa mengolah sampah organik jadi pupuk yang diolah bisa di rumah masing-masing. Rosda sendiri semacam wadah sampah, namun didesain khusus. Kalau di wadah Rosda itu sampah organiknya sudah penuh kita bisa menambahkan cairan khusus kedalamnya, sehingga bisa menjadi pupuk cair,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadi Penghasil Tembakau, Segini Dana Bagi Hasil Cukai yang Diterima Sumedang

Dewan muda asal Jatinangor itu, menyarankan Rosda, agar masyarakat juga peduli akan kebersihan lingkungan. Salahsatunya, dengan tidak membuang sampah sembarang namun dapat diolah sendiri di rumah warga.

“Karena tadi, masalah utamanya sampah, kita semua juga harus ikut mencegahnya dengan tidak membuang sampah dimana saja. Olah saja sampah dari rumah kita oleh kita. Dan disamping pemerintah melakukan penanggulangan, kita juga masyarakatnya ikut membantu dalam penanggulangan sampah,” tukasnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button