Viral di Medsos, Cerita Penjual Cilok Abah Taryo Undang Simpati Mang Duyeh

FAJARNUSANTARA.COM, Garut — VIDEO seorang kakek penjual cilok yang melayani pembeli sambil gemetaran karena usianya yang sudah tua viral di media sosial.
Diketahui, kakek tersebut bernama Taryo (73), warga Cikalong RT 03/06, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Abah Taryo masih harus berjuang menyambung hidup memikul tanggungan dagangannya dengan berjalan kaki dari kampung ke kampung.
Video yang sudah menyebar di berbagai flatform media sosial tersebut mengundang simpati banyak pihak.
Salah satunya pengusaha muda asal Kadungora pemilik UMKM Mang Duyeh.
Pemilik UMKM Mang Duyeh mengaku tidak sengaja melihat video Abah Tarya yang sedang melayani pembeli dengan tubuh yang gemetaran di instagram pada Jumat Malam (14/1/2022).
“Kemarin saya buka instagram, lalu melihat video Abah Tarya, saya sangat terharu melihatnya, siapapun pasti tidak tega melihat seorang kakek yang sudah renta masih berjuang menyambung hidup dengan keadaan yang memprihatinkan,” ujar Pemilik UMKM Mang Duyeh yang enggan disebutkan namanya.
Merasa prihatin dengan keadaan sang penjual cilok yang diceritakan di medsos tersebut, keesokan harinya, pemilik UMKM Mang Duyeh langsung meminta tim manajemen Mang Duyeh untuk mengunjungi Abah Taryo secara langsung di kediamannya, untuk memberikan bantuan sembako dan uang tunai.
“Selepas melihat video tersebut, saya teringat terus. Besoknya saya minta tim saya untuk mengunjungi Abah Taryo, untuk menyampaikan bantuan,” ungkapnya.
Selanjutnya, Tim Manajemen Mang Duyeh yang diwakili oleh M. Nanang H.A langsung berkunjung ke kediaman Abah Taryo di Kecamatan Karangpawitan, Sabtu (15/1/2022).
Pada kesempatan tersebut, Nanang menyalurkan bantuan dari UMKM Mang Duyeh berupa sembako senilai Rp1 juta berikut uang tunai Rp1 juta.
“Alhamdulillah kami dari Manajemen UMKM Mang Duyeh, memiliki kesempatan untuk berbagi langsung bersama Abah Taryo,” ujarnya.
Nanang mengaku terharu melihat keadaan Abah Taryo secara langsung di kediamannya yang sederhana. Menurutnya, ikhtiar yang dilakukan Abah Taryo memberikan pelajaran berharga bagi kaum muda yang masih produktif untuk lebih semangat dalam bekerja.
“Beliau, Abah Taryo diusianya yang tua renta, tetapi begitu tulus dalam berikhtiar dengan tetap berdagang cilok. Hal ini, membuat kami terharu bahkan malu, kami yang masih muda tak pantas bermalas-malasan bahkan lebih banyak berkeluh kesah,” ungkapnya.
Nanang menuturkan, perjuangan Abah Taryo menjadi motivasi bagi kaum muda terus semangat dalam menjalankan aktivitas kehidupan.
“Pak Taryo telah menjadi salah satu yang mambuat kami sadar dan memberi motivasi, menjadi keharusan bagi kami yang masih muda untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah dan semangat menjalankan setiap aktivitas hidup,” tuturnya.







