
FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Pilkada Serentak, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2024,
Diikuti oleh ratusan Pelajar dan Mahasiswa AMM ( Angkatan Muda Muhammadiyah) Kabupaten Sumedang, di Aula Kampus Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis ( STEBIS) Muhammadiyah Sumedang,
hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu Rizal Sopian, S. Ip ( Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sumedang), Prof. Dr. H. Arifin, S.H, M.Pd (Rektor Universitas Sebelas April Sumedang ), DR Mochamad Yusup (Akademisi dan Pengamat Kepemiluan), Dodi Partawijaya, M.Pd Korja Pemantau Lembaga Studi Visi Nusantara ( LS Vinus ) Kabupaten Sumedang, pada Selasa (22/10/2024).

Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sumedang, Rizal Sopian menyampaikan, dalam proses sosialisasi Pilkada Serentak tahun 2024 ini, KPU Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat. Diantaranya bekerjasama dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Muhammadiyah Sumedang untuk melaksanakan sosialisasi tersebut di seluruh jaringan ormas yang di miliki oleh Muhammadiyah Sumedang
“Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Sumedang yang di dalamnya sudah meliputi PD Pemuda Muhammadiyah Sumedang, IPM, IMM, Tapak Suci dan PK IMM Kampus Sumedang ini salah satu ormas kepemudaan yang ada di Kabupaten Sumedang. Dan tidak hanyaMuhammadiyah, KPU Kabupaten Sumedang juga bekerjasama dengan Ormas lain yang ada di Kabupaten Sumedang, Karang Taruna dan ormas keagamaan untuk melakukan sosialisasi sampai masa kampanye selesai. Kami juga baru selesai proses sosialisasi,” jelasnya.
Rizal mengatakan, upaya sosialisasi ini terus dilakukan agar tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang semakin meningkat. Terutama kepada generasi muda baik Gen Z dan Gen Milenial yang berdasarkan data pemilih di KPU, 47 persen mereka adalah pemilih di Pilkada 2024.
“Rekan-rekan inilah yang tergabung dalam ormas kepemudaan yang kemudian bisa mendapatkan informasi terkait dengan proses Pilkada besok seperti apa, calonnya ada berapa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan teknis pencoblosan seperti apa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rizal meminta kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari Ormas, LSM, Tokoh Masyarakat, dan pihak yang terlibat untuk berpartisipasi dan mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2024 di Kabupaten Sumedang agar berjalan lancar, aman, dan kondusif. Serta bisa lebih cerdas dalam menyikapi berbagai isu yang berkaitan dengan Pilkada terutama yang beredar di media sosial.
“Mungkin kalau secara situasi saat ini kita masih terhitung landai, dan tidak ada konflik yang berarti meskipun sudah tahap masa kampanye dan situasinya masih aman-aman saja. Harapan kami pada pelaksanaan Pilkada tanggal 27 November 2024 bisa berjalan kondusif, aman, damai, dan lancar,” jelasnya.
Sementara itu, Nara Sumber ketua Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Kabupaten Sumedang, Dodi Partawijaya menyambut baik langkah KPU yang telah turun langsung memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya berpartisipasi dalam kontestasi Pilkada dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin daerah lima tahun kedepan.
Menurutnya, peran organisasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 sangatlah penting, sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Pilkada di Kabupaten Sumedang. Ormas Muhammadiyah Sumedang yang keanggotaannya didominasi oleh generasi muda lewat AMM, dengan semangat persatuan dan kesatuan berkomitmen untuk mendukung terwujudnya kondusifitas selama Pilkada berlangsung.
“Kami akan berusaha bersama-sama menjaga kondusifitas, apalagi Pilkada ini kan sangat rentan. Harapannya generasi muda ini sebagai garda terdepan bisa mengawal pelaksanaan Pilkada agar bisa berjalan aman dan damai,” ungkapnya.
Dodi menyebutkan, Pilkada Serentak tahun 2024 menghadapi berbagai tantangan yang kompleks seperti informasi hoaks, politisasi isu-isu sensitif, dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat,” tegasnya.







