Artikel

Terombang Ambing Cinta Yang Salah Menjebak Pikiranku, Mungkin ! Belum Cukup Umur

FAJARNUSANTARA.COM, Tahun 2019 merupakan  masa yang sangat krusial bagiku, Hati dan pikiran saya mengalami sesuatu hal yang tidak pasti.

Kesadaran seolah-olah terguncang sangat hebat, Ya, saya menyadari bahwa saya sedang mengalami patah hati yang tidak pada biasanya. Kali ini dihadapkan pada perasaan kecewa  yang sangat berat.

Mengingat usia saya yang tidak lagi remaja. Saya yang sebentar lagi menginjak 29 tahun, umur yang cukup matang dan menginginkan untuk ke tahap yang lebih serius.

Mengecewakan sungguh yang aku hadapi karena mengejar sesuatu yang tadinya diharapkan cinta itu berjalan mulus, hingga aku sangat terombang ambing.

Ada beban yang tak mampu diceritakan, sehingga pikiran pun tak mampu untuk fokus menyelesaikan pekerjaan.

Dandi bertanya sambil memandang wajahku dengan menatap tajam ”Bili kamu kenapa? Ceritakan tentang kondisimu!”.

Aku menghirup napas panjang dan menggelengkan kepala belum mau berucap mengenai kondisiku.

“Bili kondisimu sedang tidak karuan, sekarang tariklah napas yang panjang dan buang beban yang ada dalam pikiranmu lewat napas yang keluar” Dandi memberikan saran kepada Bili supaya dapat melegakan perasaannya.

Bili pun menghirup napas yang panjang sembari mengeluarkan-nya.
Kemudian Dandi melanjutkan perkataannya,

“Oke sekarang Bili bayangkan sesuatu yang membuat Bili sedih sekarang! Perjelas gambarnya, perbesar suara yang mebuat Bili sakit hati dannnn rasakan gerakannya”.

Tiba-tiba Bili menitikan air matanya dia pun menangis sesegukan.

Didalam bayangan pikirannya terlintas seorang perempuan yang membuat dirinya begitu kecewa sangat mendalam, sampai Bili tak mampu menyelesaikan pekerjaan yaitu mengerjakan tugas akhir kuliah sampai membuat tertunda.

“Bili apa yang terjadi bairkanlah terjadi, sekarang nggak boleh merasa diri anda serendah Itu semua sebagai pembelajaran supaya hidupmu lebih baik lagi.

Sekarang tarik napas kembali dan buang beban yang ada dalam pikiran serta jiwamu bersama keluarnya napas” Dandi memberikan terapi pemaknaan supaya dapat menerima tentang keadaan saat ini supaya bisa lebih baik.

“Oke, Bili sekarang bagaimana kondisimu?” tanya Dandi

“Nyaman,  sekarang aku sudah mulai nyaman dengan perasaanku, dan kondisiku berbeda dengan yang tadi.

Aku sangat beban dan malu bercerita tentang sesuatu yang aku alami” Jawab Bili dengan roman wajah yang mulai berubah.

“Iya, nggak apa-apa. Aku sangat menghargai privasi masalah kamu, makanya aku mencoba untuk menerapkan teknik terapi tanpa mengutarakan beban supaya privasimu terjaga, Jadi sekarang, kamu nggak perlu pesimis sama hidup kamu.

Tataplah masa depan dengan pikiran yang jernih. Insya Allah kamu dapat menemukan perempuan yang lebih baik lagi”

“Iya, terima kasih sahabatku” jawab Bili
Dandi memberikan satu botol air mineral untuk diminum oleh Bili dengan tujuan supaya Bili semakin tenang kondisi tubuhnya.

Setelah air mineral diminum, Bili disarankan untuk berwudhu dan bersama-sama berdo’a supaya apa yang dia harapkan dapat Allah kabulkan.

Cerita ini ditulis oleh Dr. Encep Iman Hadi Sunarya, M. Pd
(Dosen Prodi PGSD FKIP Universitas Sebelas April )****

Dodi Partawijaya

Dodi Partawijaya aktif sebagai seorang jurnalis dimulai sejak berdirinya Fajar Nusantara. Selain aktif di dunia jurnalis, Dodi juga aktif di ormas kepemudaan Islam dan juga berbagai organisasi lainnya. Jaringannya yang luas, membuatnya mampu berkontribusi untuk memberika ide dan gagasan melalui tulisan di Fajar Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800